Okupansi BRT Trans Jateng Turun 53% Pasca Banjir di Grobogan
Latar Media - SEMARANG (SUARABARU.ID) – Okupansi atau jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng rute Semarang – Gubug turun lebih dari separuhya pasca banjir di Kabupaten Grobogan.
Lebih dari sepekan terakhir sejak banjir yang terjadi di Grobogan, operasional BRT Trans Jateng belum maksimal. Hal itu lantaran putusnya jalur Semarang – Grobogan menyusul jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Senin, 16 Februari 2026.
Kepala Balai Trans Jateng, Agung Pramono, mengatakan, dari data yang dirilis, jumlah penumpang mengalami penurunan mencapai 53 persen.
Data ini diambil dari perbandingan jumlah penumpang sepekan sebelum banjir dan pasca kejadian.
Rinciannya pada 10-16 Februari 2026, jumlah penumpang mencapai 24.630 orang. Sementara pada 17-23 Februari 2026, jumlah penumpang turun menjadi 9.881 orang.
Khusus jumlah penumpang dari kalangan buruh turun dari 4.440 orang menjadi 1.555 orang.
“Untuk operasional armada saat ini hanya dari Semarang – Gubug. Tidak sampai ke Godong,” katanya, kepada awa media, belum lama ini.
Agung mengatakan, tidak ada jalur alternatif yang memungkinkan untuk menjadi rute BRT Trans Jateng Semarang – Gubug (Grobogan).
Pun dari arah sebaliknya, kata Agung, rute Godong – Gubug, belum bisa terlayani. Untuk saat ini dilayani oleh angkutan-angkutan lokal dan daring.
Pengurangan Armada
Agung mengatakan, jumlah armada juga dikurangi, supaya tidak menjadi pemboroasan operasional di lapangan. Di mana jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan penumpang yang ada.
“Jadi bus yang beroperasi dari 14 menjadi 12 armada,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, operasional rute penuh menunggu perbaikan jalur yang terputus, oleh dinas terkait.
“Ya, paling tidak kita menginginkan sebelum lebaran sudah normal. Tergantung kecepatan daripada perbaikan jalan,” katanya. (*)




