Nizam Syafei, Bocah Sukabumi Diduga Tewas Akibat Penganiayaan Ibu Tiri
RADAR JOGJA - Peristiwa tragis dialami bocah laki-laki berusia 12 tahun bernama Nizam Syafei di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Ia tewas setelah menjalani perawatan medis, diduga menjadi korban kekerasan ibu tirinya.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (21/2/2026) ini viral di media sosial, dan memantik amarah publik.
Pasca video saat seorang pria menanyakan terkait peristiwa yang dialaminya hingga ia babak belur dan terbaring lemah di rumah sakit.
Dari itu, sang anak mengaku bahwa dirinya menerima siksaan dari sang ibu tiri.
Bak di sambar petir pengakuan itu sontak memicu amarah sang ayah, Anwar Satibi (36) terhadap ibu tiri korban.
Seperti menelan pil pahit, putra kandungnya mengalami penyiksaan fisik dipukul hingga disuruh meminum air panas, saat dirinya tidak berada di rumah.
Sang Ayah hanya bisa menangis penuh penyesalan.
Korban merupakan seorang santri, ia pulang kerumah dari pondoknya dengan catatan sakit panas.
“Saya pulang karena di telpon katanya si Raka (korban) pulang, ngelantur panas. Waktu sampai dirumah saya kaget ngeliat kondisi anak saya kulitnya melepuh. Saya tanya, Ma kenapa ini kondisi kulitnya begini? Dia jawab, ini karena panas yah, jadi kulitnya melepuh,” cerita sang ayah, Anwar.
Awalnya sang ayah mengira bahwa ini benar-benar sakit panas, dan ia pun membawa anaknya menuju ke rumah sakit.
Dari klarifikasi sang ayah, ternyata hal ini pernah terjadi.
Korban pernah dipukuli karena bertengkar dengan anak dari ibu tirinya yang saat itu kelas 2 SMA.
Hal ini sudah di laporkan oleh sang Ayah ke kepolisian beberapa waktu lalu.
Akan tetapi tidak ditindaklanjuti karena si ibu tiri memohon minta maaf dan mengatakan akan berubah.




