Menjaga Produktivitas Menulis di Bulan Ramadan dengan Komitmen
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Menjaga Produktivitas Menulis di Bulan Ramadan dengan Komitmen

Latar Media - Ramadan, bagi saya, tetap berjalan seperti bulan-bulan lain. Fokus memperbanyak ibadah, lebih rajin memasak, menjadikan bulan ini sebagai momen berkumpul bersama keluarga, dan satu kebiasaan yang tidak boleh berhenti. Menulis.

Ini bukan sekadar pekerjaan sampingan atau aktivitas iseng. Menulis sudah menjadi bagian dari ritme hidup saya sejak tahun 2011. Bahkan saya punya target pribadi yang cukup konsisten sejak 2023, yaitu menerbitkan minimal satu buku setiap tahun.

Target ini tidak melihat musim. Mau musim hujan, musim kemarau, musim duren, atau musim takjil seperti sekarang... semuanya sama saja. Menulis tetap jalan terus.

Banyak orang mengira bulan puasa adalah waktu yang sulit untuk produktif. Energi berkurang, aktivitas berubah, jadwal tidur bergeser, dan godaan untuk rebahan semakin besar.

Tantangan menjalani hobi atau bahkan proyek besar seperti menulis buku tanpa merasa terbebani tentu memerlukan komitmen besar.

Kalkulator Komitmen untuk Menulis

Salah satu kesalahan terbesar dalam menulis adalah menunggu mood. Kalau menunggu mood, novel saya mungkin baru selesai... entah kapan.

Mood itu seperti cuaca. Kadang cerah, kadang mendung, kadang hilang begitu saja. Karena itu saya mencoba memakai pendekatan yang lebih realistis. Saya menyebutnya " kalkulator komitmen."

Bukan rumus rumit seperti kalkulus kok. Matematika-nya sederhana saja.

Jumlah target kata dibagi dengan kapasitas produksi kata per hari. Hasilnya adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek menulis.

Contohnya begini, target novel saya misalnya 50.000 kata. Kapasitas menulis harian yang menurut saya masih nyaman adalah 750 kata. Jadi...