Menemukan Ketenangan Melalui Perjalanan di Bulan Ramadan
Latar Media - Bagi saya, Ramadan sering menjadi kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sedikit berbeda dari hari-hari biasa. Di bulan ini biasanya tersedia waktu yang lebih longgar -- baik karena jam kerja yang lebih pendek maupun karena adanya masa libur yang lebih panjang menjelang atau setelahnya.
Kesempatan itulah yang sering saya manfaatkan untuk menyalurkan salah satu hobi yang saya sukai: melakukan perjalanan singkat sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk video.
Beberapa waktu lalu, misalnya, saya pulang ke kampung halaman di Cisalak, Subang. Dari sana perjalanan berlanjut ke kawasan Cileunyi, Bandung untuk mengunjungi mertua. Untuk mencoba rute baru, saya menyempatkan diri menyusuri jalan menuju Lembang, melintasi Tol Pasteur, hingga mencapai kawasan Tangkuban Perahu yang sebenarnya bisa saya tempuh langsung dari Cisalak, Subang lewat jalur Air Panas Sariater.
Perjalanan kecil seperti itu sering memberi suasana yang berbeda. Udara yang terasa lebih sejuk, serta pemandangan alam yang perlahan berubah sepanjang perjalanan membuat pikiran terasa lebih ringan.
Selain menuju kawasan Lembang dan Tangkuban Perahu, saya juga sempat bergerak lebih ke arah timur dari Cileunyi untuk mengunjungi Waduk Jatigede di Sumedang. Hamparan air yang luas dengan latar perbukitan memberi kesan tenang yang sulit ditemukan di tengah rutinitas sehari-hari.
Jika dihitung-hitung, cukup banyak tempat di sekitar Bandung dan Subang yang pernah saya singgahi dalam perjalanan singkat seperti ini -- mulai dari kawasan Ciater, Tangkuban Perahu, Masjid Al Jabbar, hingga beberapa lokasi alam lain yang menarik untuk dikunjungi.
Bagi saya, perjalanan-perjalanan sederhana tersebut bukan hanya sekadar cara untuk menyegarkan pikiran. Di baliknya ada hobi lain yang ikut berjalan: merekam potongan-potongan perjalanan melalui kamera, jadi bahan tulisan, dan video kreatif.
Dari potongan video juga kemudian lahir video perjalanan singkat yang saya olah kembali, sebagian di antaranya menjadi video pendek seperti Reels yang saya sematkan dalam tulisan ini.
Ramadan ternyata tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti menjalani hobi. Justru di bulan yang penuh ketenangan ini, perjalanan terasa lebih bermakna, pikiran lebih jernih, dan setiap langkah seolah memberi ruang untuk menikmati waktu dengan cara yang berbeda.




