Marty Supreme: Ambisi Timothee Chalamet Menjadi Legenda Tenis Meja
Marty Supreme akhirnya tiba di bioskop Indonesia mulai 25 Februari 2026. Mengusung genre drama olahraga dengan sentuhan romansa dan nuansa gelap, film ini terinspirasi dari kisah nyata legenda tenis meja Amerika, Marty Reisman.
Dalam karya garapan Josh Safdie tersebut, sosok Marty Reisman diadaptasi menjadi karakter fiktif bernama Marty Mauser yang diperankan oleh Timothee Chalamet. Sang aktor akan beradu akting dengan sederet bintang Hollywood ternama lainnya.
Beberapa di antaranya Gwyneth Paltrow, Odessa A’zion, Kevin O’Leary, hingga Fran Drescher. Dengan Josh Safdie yang juga menulis naskahnya bersama Ronald Bronstein, kisah seperti apa yang bakal disajikan dalam film berdurasi 150 menit ini? Berikut sinopsisnya:
Sinopsis Marty Supreme
Marty Supreme mengikuti kisah Marty Mauser, seorang pemuda ambisius di New York pada era 1950-an yang bermimpi menjadi legenda tenis meja dunia. Ia digambarkan sebagai sosok yang berjuang membuktikan dirinya di tengah lingkungan yang meremehkannya.
Sejak awal, Marty percaya pingpong bukan sekadar olahraga, melainkan jalan untuk meraih pengakuan dan harga diri. Namun, mimpinya dianggap tidak realistis sehingga ia harus bekerja dua kali lebih keras demi menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan.
Seiring berjalannya waktu, film ini berkembang menjadi potret ambisi yang perlahan berubah menjadi obsesi. Marty tidak hanya menghadapi kerasnya kompetisi, tetapi juga masuk ke dunia tenis meja bawah tanah yang penuh intrik dan manipulasi.
Makin dekat dengan puncak kejayaan, tekanan yang dirasakan oleh Marty juga kian besar dan menguras mentalnya. Ia mulai mengorbankan relasi, moralitas, bahkan kebahagiaan pribadi demi satu tujuan: menjadi yang terbaik.
Konflik emosional semakin rumit ketika Marty menjalin hubungan dengan seorang aktris terkenal. Hubungan mereka terasa intens dan saling menghidupkan, namun juga dipenuhi kepentingan serta ambisi masing-masing.




