Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental ala David Beckham
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental ala David Beckham

KOMPAS.com - Belakangan ini, mantan pesebak bola asal Inggris, David Beckham, sedang sibuk berkebun. Terbaru, ia memamerkan hasil panennya berupa bawang merah dan kacang oncet (broad bean).

Bicara soal berkebun, ternyata manfaatnya tidak hanya membuat tubuh sehat karena harus bergerak, tetapi juga menjernihkan pikiran. Simak ragam manfaat berkebun untuk kesehatan mental, disadur dari Psychology Today, Rabu (19/11/2025).

Manfaat berkebun untuk kesehatan mental

1. Melatih penerimaan

Melalui obrolan dengan pembawa acara serial televisi ternama di Amerika Serikat berjudul " Growing A Greener World", Joe Lamp'l, dalam podcast " Think Act Be", psikolog klinis Seth J. Gillihan, PhD, LLC menerangkan dalam tulisannya, sebagian besar penderitaan manusia berasal dari upaya untuk mengendalikan hal-hal di luar kendali.

"Semakin kita menerima batasan kendali kita dan ketidakpastian hidup, semakin banyak ketenangan pikiran yang dapat kita temukan. Dan berkebun adalah cara yang bagus untuk berlatih," ujar dia.

Lihat Foto

Gillihan mengatakan, ia belajar penerimaan di kebunnya ketika selada-selada muda pertama siap dipanen. Ketika anak-anaknya yang berusia empat dan delapan tahun ingin membantu memanen selada, ia mengaku kurang antusias.

"Bagaimana jika mereka 'menghancurkan' kebun yang sudah saya tanam dengan hati-hati? Bagaimana jika mereka mematahkan batangnya, bukan daunnya?" ucap dia.

Namun, ia akhirnya berhasil mengatasi ketidaknyamanan itu dan menyambut anak-anaknya, meski dengan kemungkinan mereka bisa merusak sesuatu.

Gillihan menyadari bahwa "kebun yang sempurna" bisa berakhir menjadi tempat indah yang sepi, yang mana hal tersebut bukanlah gambaran kesempurnaan baginya.

Menurut dia, menerima apa pun di taman atau tempat lain, bukan berarti menyerah. Kamu bisa mengerahkan upaya terbaikmu pada apa yang bisa kamu kendalikan.

"Untuk berkebun, penerimaan artinya mempersiapkan lingkungan terbaik yang bisa kamu ciptakan untuk tanamanmu, dan membiarkan alam mengambil alih. Kebunmu, seperti hidupmu, berada di tangan yang 'lebih besar'," kata Lamp'l.

2. Melampaui perfeksionisme

Konsekuensi dari perfeksionis adalah frustrasi karena mencoba membuat segala sesuatu sempurna, tenggat waktu dan peluang yang terlewat, dan hubungan yang renggang.

Ini juga bisa berujung pada kamu tidak mencoba melakukan sesuatu karena berpikir, "Untuk apa repot-repot jika hasilnya tidak akan sempurna?".

"Mengingat kurangnya kendali yang kita miliki, berkebun bisa menjadi penawar yang ampuh untuk perfeksionisme. Sehati-hati apapun kamu mengelola kebun, ada banyak faktor yang tak terduga, seperti serangan serangga, cuaca buruk, dan tikus," jelas Gillihan.

3. Mengembangkan pola pikir berkembang

Pola pikir berkembang (growth mindset) adalah teori yang ditemukan oleh psikolog asal Amerika Serikat bernama Carol Dweck.