Macron Rencanakan Revisi Doktrin Nuklir Prancis di Tengah Keraguan Terhadap AS
JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana akan merevisi doktrin nuklir Prancis dan dijadwalkan akan dimulai pada Senin pekan depan.
Kemungkinan dalam pembaharuan itu, Prancis menutup kontrol bersama senjata nuklir di tingkat Eropa dengan tetap membuka kontribusinya untuk sekutu.
Selama beberapa dekade, Eropa telah hidup di bawah payung perlindungan senjata nuklir AS, yang ditempatkan di benua itu sejak pertengahan tahun 1950-an untuk mencegah serangan Uni Soviet, dan sekarang Rusia.
Namun, belakangan ini, AP melaporkan beberapa politikus dan analis pertahanan Eropa mempertanyakan apakah kekuatan AS tersebut dapat berkontibusi dan diandalkan untuk para sekutunya.
Mereka merujuk pada pendekatan Presiden AS Donald Trump terhadap Rusia yang berperang dengan Ukraina, dan yang paling mengguncang Eropa adalah sikap semena-mena Trump terhadap upaya pencaplokan Greenland, wilayah otonom milik Denmark.
Setelah Inggris keluar Uni Eropa (UE), Prancis menjadi satu-satunya negara UE yang memiliki senjata nuklir. Rasa ragu akan AS di bawah kepemimpinan Trump meski memiliki komitmen keamanan transatlantik, menjadi sangat relevan bagi Prancis.




