Kopi KULO: Dari Hobi Ngopi Menjadi Jaringan Coffee Shop Populer
Sumber Foto: Inilah.com
Lifestyle

Kopi KULO: Dari Hobi Ngopi Menjadi Jaringan Coffee Shop Populer

Michelle Sulistyo adalah sosok di balik kesuksesan Kopi Kulo yang berkembang dari kedai kecil menjadi jaringan kopi populer di berbagai kota Indonesia.

Di ibu kota, coffee shop dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut kota dengan beragam konsep dan segmen pasar.

Masing-masing menawarkan menu kopi andalan, tetapi kopi susu gula aren menjadi menu yang paling umum dijumpai.

Di tengah tren kopi susu gula aren, Kopi KULO berani memperkenalkan menu unik yang menjadi ciri khas utamanya, yaitu Avocatto, menu signature yang disajikan dengan perpaduan jus alpukat, espresso, dan es krim.

Kehadiran menu signature itu berhasil membuat Kopi KULO menjadi salah satu coffee shop favorit yang kini memiliki puluhan jaringan gerai di kota-kota besar Indonesia.

Sosok Pemilik Kopi KULO

Kopi KULO didirikan oleh Michelle Caroline Sulistyo, seorang pengusaha muda kelahiran tahun 1994.

Melansir dari profil LinkedIn-nya, Michelle adalah alumnus Raffles Design Institute angkatan 2015 yang mendalami bidang Fashion Merchandising.

Lalu pada tahun 2016, ia melanjutkan pendidikannya ke Le Cordon Bleu London, sebuah institusi kuliner yang bergengsi di dunia.

Selama menempuh pendidikan, Michelle selalu menyempatkan diri untuk mencicipi kopi dari berbagai coffee shop ternama.

Dari puluhan menu yang pernah dicicipinya, ia sangat menyukai Avocatto, minuman kopi yang terbuat dari campuran jus alpukat, espresso, dan es krim.

Pada akhir tahun 2017, berbekal ilmu F&B yang dimilikinya, Michelle mengajak keempat teman-temannya untuk mencari peruntungan dalam bisnis kopi.

Ia akhirnya merintis KULO Group dan membangun Kedai Kopi KULO di kawasan Cikajang dengan modal kurang dari Rp100 juta.

Nama KULO sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti “Saya”.

Menu yang disajikan kedai kopinya sangat beragam, mulai dari Americano, Kopi Susu, hingga Avocatto favoritnya.

Meski menyajikan minuman berbahan dasar kopi dengan varian rasa yang menarik, strategi itu belum berhasil memikat hati banyak pelanggannya.

Tidak ingin bisnisnya gagal di tengah jalan. Michelle mencoba mendaftarkan kedai kopinya ke platform ride hailing dengan harapan dapat meningkatkan penjualan.

Keberanian Michelle dalam mengambil keputusan terbukti membuahkan hasil manis.

Kedai kopinya tidak hanya mengalami lonjakan pesanan, tetapi juga berhasil menjadi tren di kalangan anak muda ibu kota.

Antusiasme pasar yang begitu besar ini membuat Michelle lebih bersemangat berinovasi dan meracik berbagai varian rasa kopi baru, hingga memperluas jangkauan cabangnya ke kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Keberhasilan Kopi KULO ini juga membuatnya jadi lebih percaya diri untuk membangun brand kuliner baru.

Di bawah naungan KULO Group, ia melahirkan berbagai merek populer yang kini akrab di telinga masyarakat, seperti Pochajjang, Kitamura, Xiji, MoTahuAja, Mazeru, hingga Xi Bo Ba.

.

.