KONI Ajak Insan Tenis Meja Bersatu Hadapi Tantangan di Munas PTMSI 2026
Sumber Foto: Poskotaonline
Olahraga

KONI Ajak Insan Tenis Meja Bersatu Hadapi Tantangan di Munas PTMSI 2026

JAKARTA -Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengajak seluruh insan tenis meja di Tanah Air untuk merapatkan barisan bersatu menghadapi oknum-oknum pemecah belah.

Penegasan tersebut disampaikan Suwarno ketika membuka Munas PTMSI 2026, Kamis (5/2/2026), di Hotel Ciputra, Jakarta.

KONI Pusat memberikan apresiasi luar biasa terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Peter Layardi Lay dan jajarannya serta seluruh pengurus provinsi (Pengprov) PTMSI

yang sudah penuh semangat berupaya lahir batin untuk tetap mempertahankan keutuhan dan kesatuan tenis di tengah dinamika organisasi. Kesolidan dan keutuhan organisasi dari pusat hingga daerah, PB PTMSI masa bakti tahun 2022 – 2026 pimpinan Peter Layardi juga dengan luar biasa melakukan pembinaan organisasi maupun atlet.

“Atas nama KONI Pusat saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tulus atas kepengurusan Pak Peter Layardi Lay dan kawan -kawan pada masa bakti yang lalu, yang sudah sedemikian luar biasa melakukan pembinaan organisasi maupun pembinaan atlet di tengah gempuran dinamika organisasi yang masih belum selesai sampai dengan hari ini,” kata Suwarno.

“Padahal sudah ada keputusan inkrah dari Mahkamah Agung yang menyatakan PB PTMSI sebagai satu-satunya organisasi sah tenis meja di Indonesia,” tambahnya.

Suwarno menyebutkan dinamika organisasi PB PTMSI mendapat tantangan dari orang-orang yang biasa dan senang mengganggu, namun kegiatan pembinaan berjalan dengan baik. Kegiatan berlangsung secara berkelanjutan untuk agenda resmi organisasi dan gelaran kompetisi seperti Liga Silatama, Liga Silataruna, dan yang terakhir kejuaraan PTMSI Bersatu Cup.

“Semuanya berjalan dengan baik. Ini keinginan dari PB PTMSI yang didukung oleh semua Pengprov karena tanpa dukungan para Pengprov, Pak Peter dan kawan-kawan yang di PB nggak akan bisa berbuat apa-apa. Oleh sebab itu saya katakan ini memang semangat kebersamaan yang dibangun secara luar biasa. Kemudian pada pelaksanaan PON (Pekan Olahraga Nasional) di Aceh dan Sumatera Utara dengan segala macam dinamikanya, PB PTMSI mampu ikut serta berkontribusi menyelenggarakan pertandingan dengan lancar dan tidak ada kendala. Ini juga merupakan suatu apresiasi yang luar biasa,” jelas Suwarno yang disambut tepuk tangan para peserta Munas.

Suwarno berpesan, pencapaian-pencapaian itu jangan sampai membuat puas diri atau lengah dalam menghadapi tantangan ke depan. Untuk itu Suwarno mewanti-wanti agar Munas dalam pemilihan ketua umum yang hanya diikuti satu orang calon ketua umum dilaksanakan sesuai dengan tata aturan yang berlaku supaya tidak ada masalah ke depannya.

“Kami tahu, kami dengar bahwa dari tim penjaringan dan penyaringan sudah mencari calon dan hanya Pak Peter yang akan mencalonkan. Jadi tidak ada orang lain. Saya bilang sama Pak Peter, pada umumnya kalau calonnya satu orang, itu kegiatan munasnya benar-benar harus sesuai dengan tata aturan. Supaya tidak memberikan celah sedikitpun kepada pihak-pihak yang biasa atau senang mengganggu gitu,” tegasnya.

Suwarno kembali menyatakan KONI Pusat tidak mengenal dualisme karena yang diakui cuma satu, yaitu PB PTMSI. KONI Pusat pun tidak pernah berpikiran untuk menjadikan seseorang ketua umum cabang olahraga ini atau itu karena ini merupakan kewenangan dari para Pengprov.

” Tapi masih ada oknum, baik dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang berupaya untuk membuat tandingan-tandingan. Oknum-oknum mendorong orang-orang yang sebetulnya tidak mau untuk memimpin cabang olahraga sehingga menimbulkan tabrakan-tabrak di lapangan,” ujarnya.

Untuk tenis meja KONI Pusat sudah jelas sikapnya hanya mengakui PB PTMSI. Mengingat ada gangguan dari pihak-pihak yang memang biasa mengganggu maka perlu bagaimana menyatukan semua itu.

“Secara hukum juga sudah selesai. Apalagi ini sudah melalui satu dinamika proses hukum dan inkrah di tingkat Mahkamah Agung. Sudah kurang apa lagi? Nah, harapannya dengan sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung, pihak-pihak lain supaya ikut menghormati ini keputusan yang harus kita junjung, kita hormati bersama. Siapa lagi yang akan menghargai atau menghormati keputusan hukum kalau bukan kita rakyat Indonesia semuanya,” jelasnya. (dk)