Komunitas Pasien Cuci Darah Soroti Ketidakadilan Penentuan Desil PBI BPJS
Sumber Foto: Kompas.tv
Ekonomi

Komunitas Pasien Cuci Darah Soroti Ketidakadilan Penentuan Desil PBI BPJS

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah, Toni Richard Samosir, menilai penentuan kategori desil hanya menggunakan indikator ekonomi sangat tidak adil bagi pasien penyakit kronis.

Demikian Toni menyampaikan hal itu menanggapi kebijakan pemerintah yang menanggung iuran BPJS Kesehatan selama tiga bulan untuk pasien penyakit kronis.

Sebagai informasi, sebagian peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan sempat dinonaktifkan kepesertaannya. Namun, pemerintah kembali mengaktifkan dan akan menanggungnya selama tiga bulan.

“Sebenarnya, pasien saat ini was-was, apalagi terutama miskin ya, tidak ada kepastian hukum bagi negara ini untuk melindungi masyarakat miskinnya, begitu ya,” kata Toni dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Selasa (10/2/2026).

“Diputus tanpa pemberitahuan, itu kan sangat tidak manusiawi. Saat mereka pergi berobat, membutuhkan pelayanan, life saving sifatnya ya, tiba-tiba nonaktif, kan itu sangat tragislah."

Menurutnya, sangat tidak adil bagi peserta PBI BPJS Kesehatan yang merupakan pasien penyakit kronis jika penentuan desil hanya berdasarkan faktor ekonomi.

Seharusnya, kata dia, penentuan desil juga mempertimbangkan faktor kesehatan warga, khususnya penyait kronis.

"Saya mau bilang begini ya, sangat tidak adil penentuan desil itu ditentukan dari nilai ekonomi saja, indikatornya ekonomi saja, tetapi harus dengan medis kronis begitu,” tuturnya

“Saya mau tanya dulu kepada pemerintah, memang ada pasien cuci darah yang bisa kaya lagi? Itu dilakukan seumur hidup loh, terus-menerus loh, berbiaya mahal."

Bahkan, menurut Toni, pasien cuci darah merupakan masyarakat yang rentan miskin, sehingga seudah seharusnya mereka diintegrasikan ke dalam daftar peserta PBI BPJS Kesehatan.

"Justru mereka ini kan rentan miskin. Tahun 2019 kami pernah RDP (rapat dengar pendapat) dengan DPR Komisi IX. Komisi IX itu pernah menjanjikan bahwa bagi pasien cuci darah akan dibuat ke PBI, begitu, diintegrasikan ke PBI," ucapnya.

"Kenapa diintegrasikan ke PBI, karena memang enggak bisa kaya lagi, mereka tuh rentan miskin."