Kim Jong Un Kembali Terpilih Sebagai Sekjen Partai Buruh Korea Utara
Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara kembali memilih Kim Jong Un sebagai sekretaris jenderal pada Ahad (22/2), hari keempat kongres partai.
Kabar itu disiarkan kantor berita resmi pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA), pada Senin (23/2).
Menurut laporan KCNA, di bawah kepemimpinan Kim, "daya tangkal perang negara yang bertumpu pada kekuatan nuklir telah ditingkatkan secara radikal.”
Sebelumnya, Kim menyatakan bahwa kongres tahun ini akan mengungkap tahap berikutnya dari program senjata nuklir nasional.
KCNA juga menyebutkan bahwa kongres memilih anggota komite sentral partai serta mengesahkan revisi aturan partai. Namun, tak ada rincian mengenai perubahan tersebut.
Apa arti penting kongres partai?
Kongres Workers' Party of Korea—yang digelar lima tahun sekali—menjadi forum tertinggi yang mengarahkan kebijakan negara, dari pembangunan perumahan hingga perencanaan perang.
Ini baru kali kesembilan kongres partai diselenggarakan sepanjang kekuasaan keluarga Kim yang telah berlangsung puluhan tahun. Pertemuan sempat terhenti pada era Kim Jong Il, sebelum dihidupkan kembali oleh putranya, Kim Jong Un, pada 2016.
Pemerintah Korea Selatan memantau ketat jalannya kongres untuk membaca arah kebijakan domestik dan luar negeri Pyongyang.
Kongres kesembilan Partai Buruh Korea ini juga menjadi sorotan terkait niat Korea Utara atas program nuklirnya serta peluang dialog dengan Seoul dan Washington.
Kim ungkap tantangan ekonomi
Dalam pidato pembukaan pada Kamis, Kim berjanji meningkatkan taraf hidup rakyat dan membeberkan tantangan ekonomi yang membelit negaranya—yang selama ini tertekan sanksi internasional.
"Hari ini, partai kita menghadapi tugas-tugas historis yang berat dan mendesak untuk mendorong pembangunan ekonomi serta meningkatkan standar hidup rakyat dan mentransformasi seluruh bidang kehidupan negara dan sosial sesegera mungkin,” ujar Kim.
Namun ia juga menegaskan bahwa Korea Utara telah melewati "kesulitan terburuk” sejak kongres terakhir pada 2021. Negara itu, kata Kim, kini memasuki tahap baru yang penuh "optimisme dan kepercayaan diri terhadap masa depan.”
Pada kongres partai sebelumnya tahun 2021, Kim membuat pengakuan langka bahwa kesalahan telah terjadi di hampir semua bidang pembangunan ekonomi.




