Kapas Bekas Pembersih Wajah: Limbah Bernilai Ekonomis Melalui Inisiatif OVALE
Fimela.com, Jakarta - Membersihkan wajah menjadi rutinitas yang wajib dilakukan setelah seharian beraktivitas. Makeup, keringat, dan debu yang menempel wajah berpotensi menjadi sarang bakteri penyebab jerawat dan bikin kulit tampak lebih kusam.
Dalam rutinitas membersihkan wajah biasanya melibatkan produk pembersih dan kapas. Sehingga meninggalkan sampah berupa kapas bekas yang langsung berakhir di tempat sampah dan menjadi limbah. Namun tahukah kamu jika kapas bekas membersihkan wajah ini ternyata memiliki nilai yang ekonomis?
Merek perawatan kulit Ovale memiliki inisiatif #OVALEBeliKapasKotor yang mengajak para pengguna untuk menjual kapas kotor hasil membersihkan wajah menggunakan OVALE. Dalam kampanye ini, kapas kotor dijadikan sebagai alat bukti utama efektivitas produk, sekaligus bentuk pemanfaatan ulang (repurposing) limbah personal yang memiliki nilai ekonomi. Melalui #OVALEBeliKapasKotor, OVALE menegaskan komitmen eco-living dengan mengajak audiens tidak sekadar membuang kapas bekas pakai, tetapi menjadikannya bukti nyata hasil pemakaian produk.
Indonesia sendiri tengah memasuki fase baru dengan semakin dominannya peran Generasi Z sebagai penggerak ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Gen Z yang lahir pada 1997–2012 merupakan kelompok populasi terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 74,93 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi. Karakter Gen Z yang rasional, sadar lingkungan, dan mengedepankan nilai keberlanjutan inilah yang mendorong OVALE untuk menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih transparan, berbasis pengalaman, dan selaras dengan semangat eco living.




