Kakenova Cookies: Transformasi Hobi Menjadi Produk Unggulan Khas Lampung
RRI.CO.ID – Dalam upaya menghadirkan produk kue kering yang unik dan bernilai tambah, peran pelaku industri kreatif semakin menjadi kunci keberhasilan di tengah persaingan ketat. Hal ini terlihat dari kesuksesan Kakenova Cookies milik Ibu Siti Rohimah, yang dalam wawancara eksklusif RRI mengungkapkan bagaimana kreativitas dapat mengubah hobi menjadi usaha yang dikenal luas hingga ke pasar modern.
Saat ditemui di rumah produksinya, di mana tengah berlangsung proses pembuatan dan penyicilan produk untuk menyambut Lebaran, Ibu Siti menjelaskan konsep utama produknya. "Kami memiliki ciri khas banana cookies, dibuat dari pisang lokal Lampung yang melimpah, dengan bentuk yang juga menyerupai pisang. Kami mengutamakan mutu, rasa, dan inovasi agar produk berbeda dari yang lain," ujarnya.
Menurut Ibu Siti, industri kreatif berperan besar dalam memberikan nilai tambah pada kue kering lokal. Dengan mengkaitkan produk dengan budaya daerah melalui bahan baku lokal, Kakenova Cookies berhasil menciptakan identitas yang mudah dikenali. "Ini membuat produk kami bisa bersaing di pasar modern dan toko-toko di Bandar Lampung," tambahnya.
Usaha ini dimulai sejak tahun 2018 dari hobi membuat kue, yang kemudian berkembang menjadi usaha serius untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Respon positif dari lingkungan sekitar menjadi awal momentum pertumbuhan usaha yang kini telah berjalan hampir 8 tahun.
Pemasaran digital menjadi salah satu strategi utama dalam menjangkau konsumen lebih luas. Selama pandemi, platform seperti Instagram, Shopee, TikTok, dan Facebook berperan penting dalam promosi produk. Selain itu, kolaborasi dengan pelaku UMKM lain juga menjadi bagian dari upaya saling mendukung dan memperluas jaringan bisnis.
Dalam penetapan harga, keunikan produk menjadi dasar penetapan nilai jual yang sedikit lebih tinggi dibandingkan produk sejenis. "Keunikan bentuk dan kualitas yang terjaga membuat produk kami memiliki nilai tambah yang berbeda," jelas Ibu Siti.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah persaingan harga yang ketat, dengan banyaknya UMKM baru yang menawarkan produk dengan harga lebih murah, ditambah dengan kenaikan harga bahan baku. Namun, Ibu Siti tetap konsisten mempertahankan kualitas dengan tidak mengganti bahan baku yang terbukti baik dan menjaga ciri khas produk.
Untuk para pelaku UMKM lainnya, Ibu Siti memberikan pesan penting: "Tetap tekun dan konsisten, jaga kualitas produk, dan jangan takut berinovasi. Harus berani menjangkau pasar modern dan tidak hanya diam di desa."




