Jalan Kaki: Olahraga Menyenangkan untuk Kesehatan dan Ketenangan Jiwa
"Liburan akhir pekan mau kemana Teh Dewi?" tanya temanku alumni ITB yang punya hobi lari.
"Hari ini aku ada perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta naik kereta Taksana pagi. Insyaallah akhir pekan ada rencana ingin olahraga jalan kaki di kawasan Kaliurang."
"Kenapa gak gowes Teh?"
"Iya ganti suasana saja. Kalau gowes di jalan yang terjal atau terlalu naik turun aku gak kuat euy," jawabku.
"Teteh gak coba lari juga hehehe ... Ayo mulai deh! Supaya tahun depan bisa ikut Ultra Marathon ITB," lanjutnya penuh semangat.
Sejauh ini memang aku belum tertarik untuk melakukan lagi olahraga lari. Seingatku hanya lari-lari tipis saja di sela berjalan kaki. Kadang lari hanya beberapa ratus meter sebelum gowes. Kalau mager ya lari di tempat saat yoga di rumah. Wah, kumaha atuh itu bukan olahraga lari ya?
Aku masih memilih jalan kaki untuk olahraga jarak jauh. Menyusuri jalan setapak di hutan membuatku senang, rasanya hati tenang. Apalagi jika mendengar desir angin dan kicau burung yang bersahutan. Masyaallah ... Betah sekali. Jalan kaki yang paling aku suka ya di hutan. Seperti di Taman Hutan Raya (Tahura) Dago Bandung atau di Bukit Bintang. Kadang ya jalan kaki saja berkeliling lapangan Saraga ITB atau GBK Senayan.
Bila sedang di Kota Cirebon untuk mengajar mahasiswa Universitas Catur Insan Cendekia (UCIC), biasanya aku memilih jalan kaki di kawasan Palutungan kaki Gunung Ciremai. Ada air terjun Curug Putri yang bikin betah berlama-lama main di sana. Selain itu, dari rumah aku berusaha untuk jalan kaki dulu keluar dari komplek, menyusuri trotoar sekitar 2 kilometer, baru naik angkutan umum. Nahh pulangnya juga begitu, naik angkot dulu dan menuju rumah jalan kaki lagi. Lumayan kan total lebih dari 4 kilometer sehari.
Tempat jalan kaki favoritku ketika berada di Kota Solo adalah rute dari Musafir Guest House (MGH) menuju Alun-Alun Kidul, terus masuk ke kawasan Keraton Surakarta, lanjut sampai Alun-Alun Utara, Masjid Agung, Balaikota, balik sedikit menyusuri Jalan Slamet Riyadi sampai di Pura Mangkunegaran. Kembalinya bisa blusukan dulu di kawasan Kauman untuk ngopi cantik hehehe ...
Pilihan lainnya adalah jalan kaki di Tawangmangu bumi perkemahan dan hutan pinusnya benar-benar bikin segar deh. Harum dedaunan dan rumput basah aku suka sekali. Kebun strawberry dan sayuran ada di kiri-kanan jalan menjadikan suasana bertambah unik dan menarik. Bila sempat jalan kaki juga ke Curug Jumog dan Grojogan Sewu. Pastinya akan mendapatkan sensasi luar biasa berada di tengah alam yang indah dengan air bening yang dingin.




