Iran Protes Keputusan Uni Eropa Labeli IRGC sebagai Teroris
JAKARTA - Iran memanggil para duta besar negara anggota Uni Eropa terkait keputusan entitas tersebut untuk melabeli Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
"Duta besar negara-negara anggota Uni Eropa dipanggil oleh Wakil Menteri Urusan Politik dan Direktur Jenderal terkait di Kementerian Luar Negeri Iran… Selama pemanggilan ini, pemerintah Republik Islam Iran mengutuk keras keputusan Dewan Menteri Uni Eropa yang dinilai tidak beralasan dan tidak bertanggung jawab," demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 4 Februari.
Kementerian tersebut menuduh Uni Eropa telah melanggar prinsip-prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional, yang menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan bangsa.
Pihaknya juga menolak penetapan IRGC. menyebutnya sebagai "penghinaan yang tidak dapat dimaafkan terhadap bangsa Iran".
Pada 29 Januari, Uni Eropa mengatakan akan menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, sebuah langkah yang disebut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai kesalahan strategis besar.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf akhir pekan lalu mengumumkan lembaga legislatif setuju untuk melabeli tentara nasional Eropa sebagai kelompok teroris.




