Inovasi Teknologi Surya Tingkatkan Nilai Ekonomi Rumput Laut di Tarakan
Bisnis
Tarakan
Oleh - Kartini,
Editor - Andi Muhammad Rizal
RRI.Co.ID, Tarakan - Hilirisasi industri rumput laut di Tarakan, Kalimantan Utara, mendapat angin segar dengan hadirnya teknologi pengering berbasis tenaga surya. Alat yang dikembangkan oleh akademisi Universitas Borneo Tarakan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk petani lokal. Dengan kualitas pengeringan yang lebih terkontrol, harga jual diharapkan bisa meningkat drastis.
Kadar air rumput laut kini dapat diatur secara presisi hingga tingkat kekeringan 45 persen sesuai standar pasar. Teknologi ini memastikan rumput laut tetap bersih dari debu dan kotoran ayam yang sering menjadi masalah pada penjemuran manual. Kualitas yang konsisten adalah kunci utama menembus pasar internasional.
Efisiensi biaya produksi juga menjadi dampak positif yang sangat dirasakan oleh para petani di Pantai Amal. Alat pengering ini mampu beroperasi 24 jam penuh karena didukung oleh penyimpanan energi baterai (aki). Artinya, proses pengeringan tetap berjalan meski cuaca sedang hujan atau pada malam hari.
Dr. Linda Sartika menjelaskan bahwa target tahun kedua proyek ini adalah masuk ke bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Timnya berencana mengadakan pelatihan pengolahan rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti tepung, brownies, hingga kerupuk. Ini merupakan langkah agar petani tidak hanya menjual bahan mentah.
Selama ini, petani cenderung menjual hasil panen secara cepat ke pengepul dengan harga yang rendah karena butuh uang tunai. Dengan pengolahan mandiri, harga jual produk siap konsumsi bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Teknologi pengering ini menjadi pintu masuk utama menuju industrialisasi UMKM pesisir.
Kebutuhan akan investor atau "cukong" yang peduli terhadap kemajuan lokal sangat dinantikan untuk memproduksi alat ini secara massal. Dr. Linda menyatakan keterbukaan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan studi tiru atau bekerja sama. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang mandiri di Kalimantan.
Inovasi ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi dan industri, dalam hal ini dukungan dari Pertamina Foundation. Program ini menunjukkan bahwa riset kampus dapat menjawab kebutuhan nyata pasar dan masyarakat. Masa depan rumput laut Indonesia kini tampak lebih cerah dengan sentuhan teknologi berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Bisnis kota tarakan Rumput laut Teknologi PLTS




