Hongaria Siap Blokir Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina Terkait Krisis Minyak
Sumber Foto: Mureks
Internasional

Hongaria Siap Blokir Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina Terkait Krisis Minyak

Hongaria mengancam akan memblokir pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro (sekitar 106 miliar dolar AS) untuk Ukraina. Ancaman ini muncul setelah Ukraina menghentikan pengiriman minyak ke Hongaria melalui pipa Druzhba, yang memicu krisis pasokan di negara tersebut.

Fakta Cepat

Hongaria mengancam akan memblokir pinjaman Uni Eropa senilai €90 miliar yang ditujukan untuk Ukraina.

Ancaman ini muncul di tengah perselisihan mengenai pengiriman minyak dari Rusia.

Inti dari sengketa tersebut adalah operasional dan kondisi terkait penggunaan jalur pipa minyak Druzhba.

Langkah Hongaria ini dapat berdampak signifikan terhadap aliran bantuan finansial Uni Eropa kepada Ukraina.

Situasi ini menyoroti “diplomasi minyak” Hongaria dalam konteks dukungan Uni Eropa untuk Ukraina.

Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, pada Jumat (20/2/2026) menyatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah pada “pemerasan” ini. “Dengan memblokir transit minyak ke Hongaria melalui pipa Druzhba, Ukraina melanggar Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Ukraina, melanggar komitmennya kepada Uni Eropa. Kami tidak akan menyerah pada pemerasan ini,” tegas Szijjarto melalui platform X, sebagaimana dihimpun Mureks.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Penghentian aliran minyak via pipa Druzhba terjadi sejak 27 Januari 2026. Ukraina mengklaim insiden ini disebabkan oleh serangan pesawat nirawak (drone) Rusia yang merusak infrastruktur pipa. Baik Hongaria maupun Slovakia, dua negara anggota Uni Eropa yang masih mengandalkan minyak Rusia melalui pipa Druzhba, telah berupaya keras mengamankan pasokan sejak saat itu.

Pemerintah Hongaria pada Kamis malam mengeluarkan dekret yang mengizinkan pelepasan sekitar 1,8 juta barel minyak mentah dari cadangan strategisnya untuk mengatasi kekurangan pasokan. Perusahaan minyak Hongaria, MOL, berhak atas akses prioritas terhadap cadangan yang dilepaskan ini hingga 15 April dan harus mengembalikannya pada 24 Agustus.

Namun, operator pipa Kroasia, JANAF, pada Jumat menyatakan bahwa Hongaria tidak perlu mengambil langkah tersebut. Menurut JANAF, sejumlah besar minyak mentah non-Rusia sudah diangkut melalui pipa mereka untuk MOL Group, dan tiga kapal tanker tambahan yang membawa minyak non-Rusia juga sedang dalam perjalanan menuju Terminal Omisalj.

“Tidak ada kebutuhan untuk memanfaatkan cadangan karena pengangkutan minyak melalui pipa JANAF menuju kilang MOL dilakukan secara terus-menerus dan tanpa penundaan,” kata JANAF dalam pernyataannya. Catatan Mureks menunjukkan, pada akhir Januari, Hongaria memiliki cadangan minyak mentah dan produk minyak bumi yang cukup untuk 96 hari.

Di tengah upaya mengamankan pasokan, MOL telah memesan tanker yang membawa minyak dari Arab Saudi, Norwegia, Kazakhstan, Libya, dan Rusia untuk memasok kilang mereka di Hongaria dan Slovakia. Perusahaan tersebut juga menghentikan pengiriman diesel ke Ukraina pada awal pekan ini. Pengiriman pertama diperkirakan tiba di pelabuhan Omisalj, Kroasia, pada awal Maret, dengan waktu tempuh 5-12 hari untuk mencapai kilang.

Situasi serupa juga dialami Slovakia. Pemerintah Slovakia telah menyatakan situasi darurat minyak dan berjanji akan melepaskan 1,825 juta barel minyak menyusul permintaan dari kilang Slovnaft, yang juga dimiliki oleh MOL.