Gubernur Bali Minta Insentif Infrastruktur untuk Dukung Pariwisata
Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bali Wayan Koster meminta bantuan dukungan wilayahnya bisa mendapatkan insentif infrastruktur dari pemerintah pusat. Permintaan ini diajukan kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan.
“Masalahnya tidak pernah kita melakukan kebijakan daerah spesifik seperti Bali yang menjadi daerah wisata diberikan insentif untuk infrastruktur, jadi polanya sama dengan semua daerah, akibatnya kami di Bali kewalahan urusan kemacetan ini,” kata Gubernur Koster melansir Antara di Denpasar, Kamis (26/2/2026).
“Jadi kami sangat membutuhkan dukungan infrastruktur karena kalau hanya kami sendiri tidak mampu, jadi mohon dorongan dari Bapak kepada Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Menteri Bappenas untuk memberi atensi,” sambungnya.
Kepada Luhut, Koster menjelaskan Bali membutuhkan bantuan insentif untuk infrastruktur mengingat banyaknya persoalan yang bisa berdampak pada pariwisata.
Hal paling banyak disorot adalah masalah kemacetan dan sampah.
Untuk persoalan sampah saat ini Pemprov Bali mengandalkan kebijakan pengolahan sampah pada sumbernya atau di hulu, dan di hilir berusaha ditangani oleh pemerintah daerah.
Sedangkan untuk kemacetan, pemerintah daerah berupaya mengembangkan infrastruktur jalan dan moda transportasi, namun terkendala pada anggaran sehingga membutuhkan dukungan pusat.
“Kalau ini tidak dikelola cepat dalam waktu singkat, lima tahun ke depan pariwisata Bali akan mengalami penurunan daya saing, mungkin rusak pariwisata Bali, dan kalau sudah rusak saya kira sulit untuk memperbaiki,” ujarnya.
Minta Disampaikan ke Pusat
Sebelum itu terjadi, Pemprov Bali meminta dukungan Luhut membahas hal ini di pusat agar pariwisata Bali bisa dijaga jangka panjang dan tidak semakin tertinggal dari tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Menurut Koster, Bali berhak mendapat insentif untuk infrastruktur ini juga mengingat kontribusi pariwisata Bali terhadap Indonesia yang tinggi.
Sepanjang 2025 kunjungan wisman ke Bali mencapai 7,05 juta atau 45,8 persen dari total 15,39 juta wisman ke Indonesia.




