Forum Masyarakat Sipil Eropa-Indonesia Dorong Dukungan untuk Pembangunan Inklusif
Sumber Foto: EEAS
Internasional

Forum Masyarakat Sipil Eropa-Indonesia Dorong Dukungan untuk Pembangunan Inklusif

Forum Masyarakat Sipil Uni Eropa-Indonesia menyoroti peran organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan inklusif dan berkelanjutan

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Penabulu, menyelenggarakan Forum Masyarakat Sipil Uni Eropa-Indonesia hari ini. Forum tersebut menampilkan organisasi masyarakat sipil (OMS) Indonesia yang beragam dan aktif, serta menekankan peran penting mereka dalam meningkatkan pemerintahan yang demokratis, pembangunan berkelanjutan, serta pertumbuhan yang inklusif. Diselenggarakan dalam format hybrid, Forum ini mengundang lebih dari 200 OMS dari seluruh Indonesia, perwakilan pemerintah Indonesia, Negara Anggota Uni Eropa, mitra pembangunan multilateral dan bilateral, akademisi, sektor swasta, platform penggalangan dana, dan media.

Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, OMS menghadapi tantangan terkait dengan semakin mengecilnya ruang sipil dimana mereka beroperasi. Oleh karena itu, Forum tahun ini bertajuk “ Mempromosikan Lingkungan yang Mendukung untuk OMS di Indonesia ”, yang sejalan dengan prioritas Civil 20 (C20) di bawah Presidensi G20 Indonesia. Dengan lebih dari 500.000 OMS terdaftar menurut data terbaru Kementerian Dalam Negeri, OMS di Indonesia merupakan bagian integral dalam pembangunan.

Forum dibuka oleh Duta Besar Uni Eropa, Bapak Vincent Piket. “Masyarakat sipil yang aktif dan berdaya diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang lebih efektif, mendorong pembangunan yang adil dan berkelanjutan, serta meningkatkan pertumbuhan yang inklusif. Menjamin lingkungan yang kondusif bagi OMS adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan”, ucap Duta Besar Piket.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Piket juga meluncurkan Expo Virtual Kerjasama Uni Eropa-Indonesia, sebuah platform online yang merupakan bukti luasnya kerjasama Uni Eropa dengan Indonesia selama 30 tahun terakhir, yang dilaksanakan bersama OMS dan mitra utama lainnya. Expo Virtual kini telah tayang dan dapat diakses melalui tautan berikut: strongertogetherindo.eu

Pembukaan Forum dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan keynote speech dari Ibu Jaleswari Pramodhawardani, selaku Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden.

Forum juga mengundang pembicara dari berbagai latar belakang pemangku kepentingan untuk membahas apa yang dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi OMS di Indonesia. Panelis adalah Bapak Wariki Sutikno, Direktur Politik dan Komunikasi BAPPENAS; Bapak Ah Maftuchan, PRAKARSA / C20 Sherpa; Bapak Tony R. Samosir, Ketua Komunitas Dialisis Indonesia; Ibu Kiswara Santi, Dewan Pengurus, Yayasan Penabulu; dan Ibu Beatriz Sanz-Corella, Civic Engagement Expert, EU Civil Society Roadmap Facility.

Selama beberapa tahun terakhir, Uni Eropa telah memastikan pendekatan yang komprehensif dalam keterlibatannya dengan OMS, dan memberikan dukungan substansial kepada OMS dalam kerangka strategi Uni Eropa dengan Indonesia: khususnya Peta Jalan Uni Eropa untuk Keterlibatan dengan Masyarakat Sipil atau EU Roadmap for Engagement with Civil Society. Versi terbaru yang mencakup periode 2021-2025 mengidentifikasi “meningkatkan lingkungan yang mendukung” sebagai prioritas utama, serta menekankan pentingnya membangun dialog yang lebih terstruktur dengan OMS.

Contoh sukses dari keterlibatan Uni Eropa dengan masyarakat sipil Indonesia adalah proyek “ Strengthening Indonesian CSOs Capacity and Resilience in Response to COVID-19 Pandemic (CO-EVOLVE)”. Forum ini menyoroti keberhasilan proyek CO-EVOLVE yang akan segera berakhir. Selama dua tahun terakhir, proyek ini telah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas yang mencapai lebih dari 3400 peserta dan mencakup sejumlah tema – mulai dari adaptasi organisasi, mobilisasi sumber daya domestik, dan transformasi digital; memprakarsai jaringan LOKADAYA untuk memfasilitasi komunikasi dan pertukaran ide/pembelajaran/kolaborasi antara 206 OMS Indonesia dari 34 provinsi; serta menciptakan galangdaya.id, platform crowdsourcing pertama di Indonesia yang akan menggalang dana publik, relawan, barang serta memperkuat program kerjasama. Hadir untuk menutup proyek ini adalah Ibu Maria Anik Tunjung Wusari, Pemimpin Proyek CO-EVOLVE dan Bapak Thibaut Portevin, Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

OMS memiliki kapasitas yang penting untuk memberdayakan, menjangkau, dan mewakili komunitas lokal dan merupakan tanggung jawab bersama untuk mengadvokasi lingkungan yang mendukung bagi OMS, dimana mereka dapat beroperasi dengan potensi terbaik dan berkontribusi pada strategi G20 yang komprehensif untuk mendukung pemulihan global.

------------------

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota dengan populasi 470 juta. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona stabilitas, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi, dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Uni Eropa dan kerja samanya dengan Indonesia, silahkan akses: http://eeas.europa.eu/indonesia

Tentang Yayasan Penabulu

Yayasan Penabulu berdiri pada tahun 2003 dan sejak saat itu telah mendedikasikan dirinya bagi penguatan kapasitas masyarakat sipil di Indonesia dengan mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan posisi dan peran organisasi masyarakat sipil di Indonesia melalui upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas organisasi; mobilisasi, pengelolaan dan distribusi sumber daya; pengembangan kemitraan setara antar aktor dan sektor pembangunan serta penggalangan partisipasi dan keterlibatan publik seluas-luasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan akses: https://penabulufoundation.org/

Tentang proyek CO-EVOLVE

Proyek “ Strengthening Indonesian CSOs’ capacity and resilience in response t o COVID-19 pandemic (CO-EVOLVE)” dilaksanakan oleh Yayasan Penabulu. Proyek yang didanai oleh Uni Eropa ini bertujuan untuk memperkuat lingkungan yang mendukung dan mobilisasi sumber daya domestik bagi CSO Indonesia untuk mengatasi dampak COVID-19, serta untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat kemajuan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sejak peluncuran proyek CO-EVOLVE pada tahun 2020, berbagai kegiatan telah dilaksanakan – mulai dari publikasi studi tentang isu-isu yang menarik, seperti kebijakan perpajakan dan bantuan sosial; pengembangan model mobilisasi sumber daya domestik; dan pembuatan policy brief.