Ela Utamakan Pembangunan Infrastruktur dan Kesehatan di Lampung Timur
1. Infrastruktur dan pemukiman jadi prioritas
Sepanjang 2025, Ela menjelaskan, Pemkab Lampung Timur merekonstruksi jalan kabupaten dan desa sepanjang 78,93 kilometer, serta melakukan pemeliharaan berkala 10,15 kilometer. Selain itu, Unit Reaksi Cepat (URC) menangani kerusakan jalan sepanjang 710 meter.
Di sektor permukiman, pemerintah membangun 31,2 kilometer jalan lingkungan di 52 desa, memasang 380 unit lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta merehabilitasi 171 rumah tidak layak huni (RTLH).
"Konektivitas wilayah juga diperkuat dengan pembangunan dua unit jembatan di Kecamatan Sekampung dan Waway Karya," ucapnya.
2. Kesehatan dan pendidikan
Dalam bidang kesehatan, Pemkab Lampung Timur mereaktivasi kepesertaan BPJS bagi 85.175 jiwa atau mencapai 118 persen dari target. Program Gertak Ela TOSS TBC menjangkau 1.825 warga, sementara program Canting Star melakukan skrining kesehatan terhadap lebih dari 250 ribu anak sekolah dan remaja putri untuk menekan angka stunting.
Kemudian dari sektor pendidikan, pemerintah membangun 104 ruang kelas baru dan merehabilitasi 136 ruang kelas dari jenjang PAUD hingga SMP.
"Kami juga memfasilitasi Sekolah Kader Ekologi telah meluluskan 4.258 kader dari tingkat desa hingga perkantoran," ucapnya.
3. Perlindungan sosial dan ekonomi desa
Ela melanjutkan, Pemkab Lampung Timur juga menjalankan program Sekolah Rakyat bagi 75 siswa dari keluarga miskin ekstrem, dengan pembangunan gedung permanen di kawasan Islamic Center Sukadana.
Selain itu, bantuan sosial lainnya meliputi pemberian makanan bagi 180 lansia tunggal dan 1.049 korban bencana, bantuan alat bantu bagi 20 penyandang disabilitas, layanan rujukan bagi 48 orang dengan gangguan jiwa, serta pembangunan sembilan Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
"Program Desa Migran Emas juga dijalankan di 20 desa untuk melindungi pekerja migran," ucap politisi PKB tersebut.
Sedangkan sektor pertanian, pemerintah menyalurkan bantuan alsintan dan pupuk kepada 96 gapoktan, benih sayuran bagi kelompok wanita tani di lokasi stunting, serta benih jagung dan bibit kakao. "Rumah Vertikal Dryer juga dibangun untuk meningkatkan kualitas hasil panen," lanjutnya.
4. Digitalisasi dan arah 2026
Ela menambahkan, pemerintah daerah juga telah modernisasi layanan publik dilakukan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), aplikasi pajak Sibadak, Samsat Digital Drive Thru, serta layanan Eazy Passport. Termasuk memperkuat identitas daerah lewat city branding Makmur Lestari.
Memasuki 2026, ia menyebut Pemkab Lampung Timur telah menyiapkan enam klaster program prioritas melalui skema Hasil Terbaik Cepat.
“Kami ingin hasil pembangunan bisa lebih cepat dirasakan masyarakat. Fondasi sudah kami bangun di 2025, selanjutnya kami percepat dan perluas dampaknya,” imbuh wanita pernah duduk di kursi Senayan DPR RI tersebut.




