Ekspor Baja UE ke AS Turun 30% Akibat Tarif Tinggi
Langkah-langkah tarif ketat yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump telah menyebabkan penurunan tajam ekspor baja Eropa ke ekonomi terbesar di dunia, memaksa industri tersebut untuk menyerukan perjanjian perdagangan yang lebih seimbang antara AS dan Uni Eropa (UE). Menurut data resmi yang dirilis oleh Asosiasi Industri Baja Eropa (Eurofer) pada 20 Februari, ekspor baja Uni Eropa ke AS turun hingga 30% pada paruh kedua tahun 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Eurofer menegaskan bahwa penurunan ini merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan tarif Trump. Dalam konteks ini, Eurofer menekankan bahwa angka-angka ini menunjukkan perlunya perjanjian perdagangan yang adil, seimbang, dan dapat ditegakkan antara Uni Eropa dan AS.
Pada tahun 2025, Presiden Trump memberlakukan tarif 50% untuk impor baja dan aluminium ke AS. Meskipun AS dan Uni Eropa kemudian mencapai kesepakatan yang memberlakukan tarif 15% untuk sebagian besar barang Uni Eropa, kesepakatan ini tidak termasuk baja dan aluminium. Situasi dapat memburuk ketika, pada Agustus 2025, Trump memperluas cakupan tarif ke ratusan produk yang mengandung baja atau aluminium. Langkah ini secara langsung mengancam produsen mesin dan barang-barang Eropa dengan kandungan logam tinggi. Meskipun ada permohonan dari Uni Eropa, AS menolak untuk mengurangi tarif impor logam. Sebaliknya, AS menuntut agar Uni Eropa mempertimbangkan kembali pendekatannya terhadap regulasi digital jika ingin mendapatkan pengurangan tarif – suatu syarat yang dianggap tidak dapat diterima oleh Uni Eropa.
Untuk melindungi industrinya yang sedang kesulitan, Uni Eropa memutuskan pada Oktober 2025 untuk menggandakan tarif impor baja. Ini adalah bagian dari langkah-langkah penyelamatan yang perlu disetujui sebelum Juni 2026, ketika langkah-langkah perlindungan saat ini berakhir.
Seruan Eurofer muncul menjelang pemungutan suara Komite Perdagangan Parlemen Eropa pada tanggal 24 Februari mengenai implementasi perjanjian Uni Eropa-AS. Meskipun pemungutan suara sempat ditangguhkan sementara setelah peringatan dari Trump mengenai Greenland, Parlemen Eropa kini tampaknya siap untuk menyetujui perjanjian tersebut, yang mencakup langkah-langkah pengamanan dan klausul peninjauan.




