Dukungan China untuk Rusia Terus Berlanjut di Tengah Konflik Ukraina
Para pemimpin Eropa juga meningkatkan keterlibatan diplomatik dengan China, termasuk kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Presiden AS Donald Trump juga diperkirakan akan bertemu Xi Jinping di China pada April.
Sementara itu Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya tidak terlibat langsung dalam konflik dan akan mendukung proses perdamaian.
Meski demikian, analis mengatakan China berada dalam posisi strategis yang kompleks.
“China tidak ingin melihat Rusia kalah, tetapi juga tidak ingin Rusia menjadi terlalu kuat,” kata Gunnar Wiegand, mantan pejabat senior Uni Eropa.
Hubungan China dan Rusia telah berkembang dari rivalitas era Perang Dingin menjadi kemitraan erat di bawah Xi dan Putin.
Namun, beberapa analis menyebut posisi China sebagai bentuk netralitas strategis.
“China tidak menyelamatkan Rusia, tetapi juga tidak menyelamatkan Ukraina,” kata Vita Holod dari Asosiasi Sinolog Ukraina. “Ini adalah netralitas strategis ala China.”




