Buruh PT Muara Tunggal Protes THR, Blokade Jalan Nasional di Cibadak
Sumber Foto: Sukabumisatu.com
Sosial

Buruh PT Muara Tunggal Protes THR, Blokade Jalan Nasional di Cibadak

SUKABUMISATU.com – Ribuan buruh PT Muara Tunggal yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) tumpah ruah ke jalan. Bukan untuk merayakan prestasi, melainkan menuntut keadilan. Halaman pabrik di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak “memerah” oleh massa aksi yang meradang akibat kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) perusahaan yang dinilai mencekik, Rabu (18/2/2026).

​Aksi ini bukan tanpa alasan. Buruh mencium aroma ketidakadilan terkait rencana pembayaran THR yang diprediksi bakal kembali menyimpang dari aturan main pemerintah. Tak main-main, massa bahkan sempat memblokade jalan nasional sebagai bentuk protes keras terhadap manajemen.

​ Trauma “THR Receh” Tahun Lalu

​Luka lama ternyata belum sembuh. Para buruh mengaku kapok dengan kebijakan tahun sebelumnya. Mereka menolak keras skema pembayaran THR “suka-suka” yang pernah diterapkan manajemen PT Muara Tunggal.

​”Kami minta perusahaan bayar THR satu bulan gaji sesuai UMK! Jangan disamaratakan atau dipotong sepihak. Tahun lalu kami cuma terima Rp900 ribu. Itu menghina keringat kami dan jelas-jelas menabrak aturan pemerintah,” teriak salah satu buruh di tengah riuhnya orasi.

​Sebagai informasi, selisih antara Rp900 ribu dengan angka UMK Kabupaten Sukabumi saat ini bagaikan bumi dan langit. Bagi buruh, nominal tersebut bukan sekadar angka, melainkan napas dapur mereka menjelang hari raya.

​ Manajemen Bungkam, Jalur Nasional Tersendat

​Imbas dari massa yang membludak hingga ke badan jalan, arus lalu lintas di jalur urat nadi Cibadak sempat lumpuh. Kemacetan panjang tak terelakkan, memaksa aparat kepolisian bekerja ekstra keras melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

​Hingga berita ini naik cetak, tensi di lokasi masih tinggi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT Muara Tunggal yang mampu meredam amarah buruh. SPN menegaskan akan terus bertahan hingga ada hitam di atas putih yang menjamin hak mereka dibayarkan penuh sesuai regulasi.