Buruh Harapkan THR Bebas Pajak, Purbaya Tunggu Instruksi Prabowo
Sumber Foto: Inilah.com
Sosial

Buruh Harapkan THR Bebas Pajak, Purbaya Tunggu Instruksi Prabowo

Harapan kaum buruh agar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini tak disunat negara kini bergantung pada keputusan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak masih irit bicara soal usulan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 untuk tunjangan Lebaran tersebut.

Meski isu ini sudah menggelinding panas di kalangan pekerja, Purbaya mengaku belum menangkap sinyal permintaan dari Partai Buruh dan KSPI itu.

“Saya nggak pernah dengar (permintaan itu). Saya tunggu petunjuk Pak Prabowo kalau gitu," ujar Purbaya dengan singkat di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Padahal, Presiden Partai Buruh yang juga bos KSPI, Said Iqbal, sudah berteriak kencang. Ia mendesak pemerintah agar mulai tahun ini THR benar-benar bersih dari potongan pajak. Alasannya manusiawi: duit THR itu biasanya langsung "lewat" untuk ongkos mudik dan kebutuhan hari raya yang makin mahal.

“Mulai tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya, THR tidak dipotong pajak PPh 21,” tegas Said dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/2/2026).

Said membeberkan jebakan sistem pajak progresif yang bikin buruh gigit jari. Karena pembayaran THR sering digabung dengan gaji bulanan, akumulasi pendapatan seolah-olah melonjak. Hasilnya, pekerja yang seharusnya masuk kategori di bawah penghasilan tidak kena pajak (PTKP) malah ikut terjerat potongan tinggi.

“Katakanlah gaji satu bulan ditambah THR satu bulan, berarti dua bulan. Pajaknya melambung tinggi karena progresif. Yang seharusnya tidak kena pajak atau masih di bawah PTKP Rp 4,5 juta, gara-gara digabung jadi kena pajak,” jelas Said gamblang.

Bagi para buruh, kegembiraan menerima tunjangan tahunan ini seringkali ternoda begitu melihat rincian slip gaji. Potongan pajak yang besar dianggap tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat kecil yang "mendekati miskin".

“Baru dapat THR, akhirnya dipotong pajak. Ini orang kecil, orang yang mendekati miskin. Kita bergembira ada THR, tapi potongan pajaknya tinggi sekali,” tuturnya.