Bupati Sumbawa Alokasikan Rp16,8 Miliar untuk Infrastruktur Pengairan Pertanian
Latar Media - 2 menit membaca
SUMBAWA, Nuansantb.id – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. bersama Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori (Jarot-Ansori), komitmen terhadap sektor pertanian mulai menunjukkan hasil nyata.
Salah satu janji politik yang masuk dalam 12 program prioritas, yakni penguatan infrastruktur pengairan, direalisasikan melalui gelontoran anggaran lebih dari Rp16,8 miliar.
Baca Juga
Babak Baru Pelayanan Publik: 2.942 Guru, Nakes, dan Tenaga Teknis Sumbawa Terima SK P3K Paruh Waktu
Bupati Jarot menegaskan bahwa pembangunan sarana pengairan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan di Bumi Loka Maja.
“Kita ingin petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada musim hujan. Dengan infrastruktur yang memadai, indeks tanam bisa meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan bisa ditekan,” ujar Bupati Jarot, Kamis (26/02/2026).
Melalui kolaborasi Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berbagai fasilitas pengairan telah dibangun dan disiapkan untuk diserahkan kepada kelompok tani. Sarana tersebut meliputi pembangunan kantong air, check dam, sumur bor pertanian, embung desa, saluran irigasi dan perpipaan, serta pengadaan mesin pompa pengairan.
Baca Juga
Persiapan MotoGP, Moeldoko : Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati melalui keterangan terpisah, menyampaikan bahwa distribusi bantuan difokuskan pada daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi padi dan palawija, namun kerap menghadapi krisis air saat kemarau.
“Sumur bor dan pompa misalnya, sangat membantu petani di lahan tadah hujan. Mereka bisa menanam lebih cepat dan panen tepat waktu,” jelasnya.
Bupati Jarot menambahkan, tantangan keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk tetap bergerak. Pihaknya terus mendorong efisiensi dan mencari sumber-sumber pendanaan lain, termasuk melalui dana alokasi khusus dan bantuan provinsi.
“Janji kepada masyarakat adalah utang yang harus ditunaikan. Meski bertahap, kami pastikan program ini berkelanjutan. Tahun depan kita akan tambah lagi titik-titik embung dan perbaikan irigasi tersier,” tegas Bupati yang akrab disapa Haji Jarot ini.
Para petani di sejumlah desa menyambut antusias realisasi program ini. Mereka menilai kehadiran embung dan sumur bor mampu menghidupkan kembali lahan-lahan yang sebelumnya hanya ditanam sekali setahun.
Ke depan, diharapkan pendampingan teknis juga terus diberikan agar pemeliharaan infrastruktur berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Editor: Nuansantb
Headline
Bagikan
Pos terkait
12 Jun 2020
Pembangunan Masjid SDIT IQ Sumbawa Berjalan Lancar, Terima Kasih Para Donatur
19 Sep 2024
Agus Salim “Bawa Mengas” Nyatakan Sikap Mendukung MO-BJS dan Siap All Out
13 Apr 2021
Meski Turut Terdampak Banjir, Istri Para Babinsa Masak Kebutuhan Warga
26 Okt 2023
Studi Banding Ke Temanggung, Wabup : Langkah Sukses Menggapai PPD
08 Mei 2021
Dukung Kebijakan Pemerintah, Ini Yang Dilakukan Kapolres Sumbawa
11 Okt 2025
Residivis Beraksi Lagi, Dua Pelaku Pencurian Mesin Air Petani Digagalkan Polisi
Tidak ada komentar
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.




