Bisnis Furnitur Kayu Jati Rintisan Remaja Yogyakarta Temukan Pasar Global
Sumber Foto: detikcom
Lifestyle

Bisnis Furnitur Kayu Jati Rintisan Remaja Yogyakarta Temukan Pasar Global

Latar Media - Daftar Isi

Talenan Hingga Mangkok Kayu Jadi yang Paling Banyak Dipesan Warga Asing

Perawatan Alat Dapur dari Kayu Jati

Jakarta -

Furnitur yang terbuat dari kayu masih menjadi primadona. Salah satu material yang banyak dipakai dan favorit banyak orang adalah kayu jati.

Ini seperti yang menjadi alasan Husein, store manager Qya Home Decor yang berbasis di Yogyakarta, dalam menjalankan bisnis usahanya di bidang furniture indoor dan peralatan masak (kitchenware). Sebelum fokus pada furnitur berbahan dasar kayu jati, ia sempat menggunakan kayu mangga, kamilina, serta bintaos.

"Karena berjalannya waktu, banyak trial and error, akhirnya kita memutuskan untuk di kayu jati saja. Karena memang dari segi look-nya saja, motifnya lebih menarik. Dan yang pernah kita lewati semua, menghindari komplain-komplain yang tidak diinginkan," katanya kepada detikcom di IFEX 2026, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (5/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Husein merupakan generasi keempat dalam bisnis mebel keluarganya. Ia mulai mengembangkan Qya Home Decor pada 2018. Sebelumnya, ia sempat ikut kerja di bisnis furnitur milik ayahnya pada 2016 ketika umurnya 16 tahun atau saat SMA.

Husein mengaku, sejak remaja memang sudah gemar berdagang. Alasannya bukan karena tuntutan ekonomi, melainkan sejak dulu ia diajarkan untuk menabung jika menginginkan sesuatu. Tapi karena menabung butuh waktu lama, akhirnya terbesit untuk mulai berjualan. Ini bermula sejak ia kelas 1 SMP.

ADVERTISEMENT

"Saya jualan itu dari kelas 1 SMP itu saya jualan celana batik. Kelas 2 SMP jualan batu akik, kelas 3 SMP jualan roti canai. Karena dari situ sudah biasa pegang uang, nggak suka sekolah saya nih. Saya lebih suka berdagang, akhirnya keterusan sampai sekarang. Masuk ke bidang mebel karena orang tua juga. Karena keluarga besar memang bergeraknya di bidang mebel semua," ungkapnya.

Husein, generasi keempat pengusaha furnitur keluarga-store manager Qya Home Decor. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

Setelah lulus SMA, orang tua Husein ingin dia kuliah terlebih dahulu jika ingin terus bekerja di bidang mebel. Ia akhirnya kuliah sembari mengembangkan usaha furnitur mebelnya. Walau sempat keteteran kuliahnya, Husein berhasil lulus dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

"Bahkan di semester-semester akhir itu banyak dosen yang kerja sama sama saya, buat ekspor barang juga, terus R&D (research and development) bareng," tuturnya.

Ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Husein sempat menutup tokonya selama 3 bulan. Karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, perlahan ia mencoba untuk menyelesaikan pesanan furnitur yang belum rampung hingga akhirnya pesanan baru masuk lagi.

Talenan Hingga Mangkok Kayu Jadi yang Paling Banyak Dipesan Warga Asing

Furnitur kayu jati yang menembus pasar AS-Eropa. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

Furnitur yang dibuat oleh Qya Home Decor beragam, mulai dari alat dapur hingga wastafel. Barang-barang tersebut paling banyak diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa, sisanya ke Malaysia, Singapura, serta Australia.

"Kalau di kitchenware kita lebih banyak kayak talenan, piring, dan mangkok," tuturnya.

Biasanya, untuk memproduksi 25 ribu kitchenware membutuhkan waktu 8-10 minggu. Untuk harganya mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 600 ribu.

Wastafel kayu jati. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

Sementara itu untuk harga furnitur seperti meja dan kursi, mulai dari Rp 2 juta. Lalu untuk wastafel kayu jati dimulai Rp 400 ribu.

Perawatan Alat Dapur dari Kayu Jati

Agar peralatan dapur maupun alat makan tetap awet, setiap selesai dicuci harus dibiarkan hingga benar-benar kering. Ini untuk mencegah tumbuhnya jamur pada kitchenware.

"Untuk penjagaannya sebenarnya cuma ketika habis dicuci itu jangan masuk ke dalam lemari dulu. Sampai kering dulu airnya, baru masuk ke dalam lemari," tuturnya.

Agar warnanya tetap terjaga, bisa dioleskan minyak zaitun setiap 6 bulan hingga setahun sekali.

(abr/das)

furnitur jati ekspor furniture kayu jati kitchenware peralatan masak perawatan kayu jati

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikTravel

58 Biksu Thudong Jalan Kaki dari Bali sampai di Klaten, tapi Kok Lanjut Naik Bus?

detikInet

Canon EOS R6 V Resmi Meluncur, Andalkan Video 7K dan Konten Vertikal

detikFood

5 Milk Tea Lokal Rasa Juara, Nggak Kalah dari Buatan Brand Taiwan-China

detikOto

Damri Luncurkan Bus Baru Lintas 3 Negara, Pakai Sasis Hino dan Bodi Rexus

Sepakbola

AC Milan Pecat Allegri

detikHot

Calvin Dores Dilarikan ke Rumah Sakit karena Serangan Jantung

detikHealth

Gen Z Hati-hati, Pakar UI Ingatkan Gejala yang Bisa Berujung Kanker Usus Besar

Wolipop

12 Pertanyaan yang Dibenci Orang Cerdas Menurut Psikologi (Part 1)