Arsenal Cetak Gol Terbanyak dari Sepak Pojok, Dapat Dukungan Leon Osman
Latar Media - KOMPAS.com - Mantan rekan setim Mikel Arteta di Everton, Leon Osman, membela Arsenal setelah mendapat kritik hanya bisa mencetak gol dari situasi bola mati termasuk sepak pojok.
Hal itu dikemukakan Leon Osman usai hasil Liga Inggris Arsenal vs Chelsea yang berakhir 2-1 di Stadion Emirates, London, pada Senin (2/3/2026).
Arsenal berhasil mengambil tiga poin dari tetangga mereka tersebut lewat gol-gol dari situasi sepak pojok yang datang dari William Saliba (21') dan Jurrien Timber (66'). Sementara satu gol Chelsea dicetak melalui gol bunuh diri Piero Hincapie (45+2'), juga dari situasi sepak pojok.
Siaran ulang menunjukkan bagaimana para pemain kedua kubu saling bergumul di kotak terlarang sebelum gol-gol dicetak.
Pertandingan ini menjadi kali kesembilan di Premier League di mana Arsenal mencetak gol kemenangan dari sepak pojok, terbanyak dari semua tim sepanjang sejarah Premier League.
Arsenal juga mencetak 16 gol dari sepak pojok musim ini, terbanyak dalam satu kampanye Premier League bersama dengan Oldham (1992-1993) dan Arsenal sendiri (2023-2024).
Cara Memaksimalkan Kekuatan Tim
Bagi Osman, ini adalah cara wajar bagi Arsenal untuk memaksimalkan kekuatan dalam tim demi mencari tiga poin.
"Anda akan memberi para pemain sayap kreatif bola setiap kali jika kekuatan mereka ada di sana," tuturnya di BBC.
Lihat Foto
"Jika kekuatan Anda ada di set piece, setiap kali Anda akan berusaha memenangi set piece dan mencetak gol dari situasi tersebut, suatu hal di mana mereka unggul."
"Pada akhirnya, itu lah yang membedakan kedua tim. Arsenal tak akan peduli karena ini adalah tiga poin tambahan."
Osman menambahkan bahwa cara Arsenal bermain boleh dikritik apalagi jika dibandingkan dengan pemenang-pemenang Premier League dari masa lampau tetapi hal terpenting adalah mengangkat gelar pada akhir musim.
"Banyak orang menginginkan sepak bola indah atau gol hebat open play dari belakang ke depan," ujarnya melanjutkan.
"Namun, sepak bola tak selalu seperti itu."
"Sepak bola adalah tentang menjadi lebih efektif di kedua area penalti."
"Saya pikir apa saja yang terjadi di antaranya bisa dinikmati, sangat menarik."
"Pada akhirnya, hal itu kurang penting ketimbang apa yang terjadi di kedua kotak penalti di mana laga bisa dimenangkan atau kalah."




