Alex Eala dan Janice Tjen Raih Peringkat Tinggi di Dunia Tenis
Sumber Foto: Mureks
Olahraga

Alex Eala dan Janice Tjen Raih Peringkat Tinggi di Dunia Tenis

Dua bintang tenis Asia Tenggara, Alex Eala dari Filipina dan Janice Tjen dari Indonesia, tengah menikmati periode gemilang dalam karier profesional mereka. Keduanya baru saja mencatatkan pencapaian signifikan di sirkuit WTA, dengan Eala melesat ke peringkat 32 dunia dan Tjen menembus jajaran 40 besar, didorong oleh penampilan impresif di Dubai Tennis Championships 2026.

Alex Eala: Momentum Gemilang di Dubai dan Dukungan Fanatik Filipina

Petenis muda Filipina, Alex Eala, terus menunjukkan performa menanjak. Atlet berusia 20 tahun ini berhasil mencapai babak perempat final Dubai Tennis Championships, sebuah turnamen WTA 1000 yang bergengsi. Perjalanan Eala di Dubai diwarnai kemenangan mengejutkan atas petenis peringkat 8 dunia, Jasmine Paolini, dengan skor 6-1, 7-6 (5) di babak kedua. Ia kemudian mengamankan tempat di perempat final setelah menundukkan Sorana Cirstea dari Rumania 7-5, 6-4.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Pencapaian ini mendorong peringkat langsung (live ranking) Eala ke posisi 32 dunia, sebuah rekor tertinggi dalam kariernya. Sebelumnya, ia sempat mencapai peringkat 40 dunia pada 9 Februari 2026, namun sempat turun ke posisi 47 setelah tersingkir lebih awal di Qatar Open. Eala secara konsisten menjadi sorotan berkat dukungan masif dari para penggemar Filipina yang kerap memadati stadion di berbagai turnamen. Di Dubai, ia bahkan mengungkapkan rasa syukurnya. “Di tiebreak, saya mencoba segalanya untuk tetap tenang… Saya berpikir, stadion ini penuh dengan orang Filipina, lalu saya berkata, ‘Berapa banyak dari kalian yang berdoa untuk saya?'” ujar Eala, menggambarkan bagaimana dukungan tersebut memberinya kekuatan.

Tahun 2025 juga menjadi tahun terobosan bagi Eala, di mana ia menjadi petenis Filipina pertama yang meraih gelar WTA 125 di Guadalajara 125 Open. Ia juga membuat kejutan besar dengan mencapai semifinal Miami Open 2025, mengalahkan tiga juara Grand Slam termasuk Iga Swiatek. Eala juga mencetak sejarah sebagai petenis Filipina pertama yang menembus 100 besar, lalu 50 besar, dan meraih medali emas tunggal putri di SEA Games 2025.

Janice Tjen: Ukir Sejarah Baru Tenis Indonesia

Dari kubu Indonesia, Janice Tjen juga mencatatkan sejarah baru. Petenis berusia 23 tahun ini berhasil menembus babak 16 besar Dubai Tennis Championships 2026. Meskipun langkahnya terhenti di tangan petenis peringkat 4 dunia, Amanda Anisimova, dengan skor 1-6, 3-6, performa Janice di turnamen WTA 1000 ini sangat signifikan. Ia mengalahkan Dayana Yastremska 6-4, 6-1 di babak pertama dan Leylah Fernandez 7-6(7-5), 6-4 di babak kedua.

Pencapaian ini mengantarkan Janice Tjen ke peringkat 37 dunia dalam WTA Live Ranking, menjadi peringkat tertinggi dalam kariernya. Ini adalah lompatan luar biasa, mengingat pada Februari 2025 ia masih berada di peringkat 395 dunia. Janice Tjen telah mengukir namanya dalam sejarah tenis Indonesia sebagai petenis putri pertama di abad ke-21 yang berhasil menembus jajaran 50 besar dunia. Ia melampaui rekor Angelique Widjaja yang mencapai peringkat 55 pada Maret 2003, dan menjadi petenis Indonesia kedua setelah legenda Yayuk Basuki yang pernah menembus 19 besar dunia pada 1997.

Awal tahun 2026 juga menjadi saksi sejarah bagi Janice di Australian Open, di mana ia menjadi petenis putri Indonesia pertama sejak Yayuk Basuki pada 1998 yang memenangkan pertandingan di babak utama Grand Slam, dengan mengalahkan Leylah Fernandez. Pada tahun 2025, Janice juga meraih gelar tunggal WTA pertamanya di Chennai Open dan menjadi petenis Indonesia pertama yang memenangkan pertandingan Grand Slam sejak 2003 dengan mengalahkan Veronika Kudermetova di US Open.

Kiprah Alex Eala dan Janice Tjen di panggung tenis internasional tidak hanya menandai kebangkitan individu, tetapi juga membawa harapan baru bagi tenis di Asia Tenggara. Keduanya bahkan sempat berpasangan di nomor ganda pada Mubadala Abu Dhabi Open, menunjukkan potensi kolaborasi yang menjanjikan. Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus meningkat, masa depan cerah menanti kedua talenta ini.