Eskalasi Perang Timur Tengah Ganggu Turnamen Tenis Indian Wells
Sumber Foto: Koran Jakarta ®
Olahraga

Eskalasi Perang Timur Tengah Ganggu Turnamen Tenis Indian Wells

Latar Media - Doc: AFP

NDIAN WELLS, AMERIKA SERIKAT – Dunia tenis internasional ikut terguncang oleh eskalasi perang di Timur Tengah. Sejumlah pemain papan atas terdampar, turnamen dibatalkan akibat serpihan drone, dan bayang-bayang konflik membayangi persiapan menuju ajang prestisius di gurun California, Indian Wells Tennis Garden.

Turnamen Masters dan WTA 1000 di Indian Wells resmi dimulai Rabu waktu setempat. Namun, beberapa nama besar seperti Daniil Medvedev dan Andrey Rublev belum terlihat. Keduanya berupaya meninggalkan Dubai sejak Sabtu, di tengah pembatalan ribuan penerbangan akibat serangan rudal dan drone Iran.

Petenis Inggris Jack Draper mengaku baru saja meninggalkan Dubai pekan lalu. “Saya berhasil keluar, mungkin dengan salah satu penerbangan terakhir,” ujarnya di Indian Wells. Draper berharap rekan-rekannya serta staf ATP dapat segera tiba dengan selamat. “Situasinya jelas sangat mengkhawatirkan bagi semua pihak.”

Setidaknya dua turnamen di Uni Emirat Arab terpaksa dibatalkan setelah pertandingan terganggu oleh serangan drone di sekitar kilang minyak. Serpihan drone yang ditembak jatuh bahkan memicu kebakaran di ladang minyak terdekat.

Ironisnya, di saat bersamaan turnamen besar di Acapulco, Meksiko, yang diikuti pemain seperti Alexander Zverev, tetap digelar meski negara itu dilanda gelombang kekerasan menyusul tewasnya seorang gembong narkoba dalam operasi militer.

“Kejam rasanya memikirkan semua itu,” kata bintang Amerika Serikat Ben Shelton, yang mengaku memiliki teman-teman yang masih “terjebak” di Timur Tengah. “Kami sering membicarakannya. Itu ada di pikiran kami semua.”

Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat senior lainnya. Iran kemudian membalas dengan serangan udara ke Israel, kedutaan besar AS, pangkalan militer, dan sejumlah negara Teluk.

Beberapa pemain yang tampil di ajang ATP 500 Dubai dilaporkan sempat kesulitan keluar dari kawasan tersebut, tepat saat kalender tur putra dan putri bergeser ke California. Pihak ATP Tour sebelumnya menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan pemain, staf, serta personel turnamen menjadi prioritas utama, dan mereka menjalin komunikasi langsung dengan pihak-pihak terdampak.

Petenis nomor dua dunia, Jannik Sinner, berharap semua pemain dalam kondisi aman. “Semoga semua selamat dan bisa datang ke sini untuk bermain atau kembali ke rumah,” ujarnya. Ia menambahkan, ada situasi yang berada di luar kendali atlet. “Anda berusaha tetap fokus, tetapi sadar bahwa ada hal-hal yang jauh lebih penting dalam hidup daripada bermain tenis.”