Citra Oktavian: Pesilat Berprestasi dengan Impian Menjadi Polwan
KABAR KUNINGAN - Citra Oktavian Nupriadi tercatat sebagai siswi SMPN 1 Kuningan. Gadis kelahiran 9 Oktober 2012 yang berzodiak Libra tersebut memiliki profil yang sangat dinamis. Ia adalah seorang pesilat tangguh yang telah mengoleksi belasan medali di berbagai kancah kejuaraan. Di balik ketangkasannya di gelanggang, Citra menyimpan sisi lembut yang unik. Ia adalah seorang atlet yang gemar meracik bumbu dapur dan bermimpi besar menjadi seorang polisi wanita (polwan).
Darah pendekar seolah mengalir dalam dirinya. Tinggal di Blok Manis Desa Kramatmulya Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan, ia memulai perjalanannya dari latihan disiplin yang keras. Dukungan penuh dari sang ayah, Rudi Nupriadi, menjadi pilar kekuatannya. Hasilnya pun luar biasa. Citra Oktavian Nupriadi bertransformasi menjadi ancaman bagi lawan-lawannya di atas matras.
Baru-baru ini, ia sukses mengamankan posisi Juara 3 di Kejurnas Pencak Silat Indramayu Championship 2026. Prestasi tersebut bukanlah keberuntungan belaka. Sebelumnya pun, telah mendominasi berbagai ajang bergengsi. Sebut saja gelar Juara 1 di ajang Kejurda Karuhun Padjajaran 1 Kabupaten Majalengka dan Bupati Cup 2025 di Kabupaten Kuningan.
Ketangguhan mentalnya juga teruji di luar provinsi. Ia tercatat pernah membawa pulang trofi Juara 1 Pencak Silat Piala Bupati Kediri. Dari kejuaraan lokal hingga nasional, nama Citra Oktavian Nupriadi selalu menjadi langganan podium.
Menariknya, ia tidak hanya terpaku pada satu bidang. Remaja yang haus akan pengalaman, . di sekolah aktif dalam berbagai organisasi yang mengasah mentalitas dan kreativitasnya. Selain pencak silat, Citra Oktavian Nupriadi menekuni dunia Marching Band dan Teater.
Perannya di dunia seni pun tak kalah mentereng karena pernah didapuk sebagai Juara 3 Drum Major, sebuah posisi yang menuntut kepemimpinan dan rasa percaya diri tinggi. Bersama timnya, ia juga berhasil meraih Juara Umum 2 dalam ajang Marching Band GBS.
Melalui teater, Citra Oktavian Nupriadi belajar tentang ekspresi dan empati. Sementara melalui marching band, ia belajar tentang harmoni dan kerja sama tim. Semua pengalaman tersebut membentuk karakternya menjadi pribadi yang dewasa dan adaptif.




