Pertumbuhan Ekonomi Jatim Menjadi Sorotan di PTBI 2025
Sumber Foto: suarapubliknews.net
Sorotan Utama

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Menjadi Sorotan di PTBI 2025

Jatim Raya Pemerintahan

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menjadi salah satu sorotan utama dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar akhir pekan lalu. Di tengah dinamika ekonomi global, Jatim mencatat performa kuat dan konsisten, sekaligus mengukuhkan perannya sebagai kontributor terbesar kedua bagi perekonomian nasional.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur M. Noor Nugroho mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Jatim sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. “Pada triwulan III 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22% (yoy) dan tetap menjadi kontributor terbesar kedua nasional. Kami memprakirakan pertumbuhan 2025 berada pada kisaran 4,7%–5,5%, dan 2026 menguat di rentang 4,8%–5,6%,” jelasnya.

Ia menambahkan, optimisme ini ditopang oleh keyakinan konsumen, penguatan penjualan ritel, dan stimulus pemerintah. Jatim juga terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri pengolahan sekaligus jalur logistik utama di kawasan timur Indonesia.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jawa Timur, Dr. MHD. Aftabuddin RZ, menegaskan bahwa Jatim tetap memegang peran strategis sebagai kontributor PDB nasional dan lumbung pangan nusantara.

Dalam PTBI Jatim, Bank Indonesia menegaskan komitmen bersama pemerintah daerah untuk memperkuat resiliensi dan daya saing ekonomi melalui enam fokus utama 2025:

1. Akselerasi investasi daerah

2. Penguatan industri pengolahan

3. Pemberdayaan dan scale-up UMKM

4. Optimalisasi pengelolaan keuangan daerah

5. Digitalisasi sistem pembayaran

6. Pengendalian inflasi daerah

Enam agenda ini disiapkan untuk mewujudkan visi “Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”—sebuah pusat pertumbuhan yang modern, terintegrasi, dan inklusif.

Sementara itu di Jakarta, PTBI 2025 yang digelar serentak secara hybrid dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Melalui arahannya, Presiden menekankan pentingnya kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah perubahan global.

Pertemuan tahun ini mengangkat tema: “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan bahwa prospek ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan tumbuh di kisaran 4,9–5,7%, didukung inflasi yang tetap terkendali dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga.

Menutup rangkaian PTBI, Jawa Timur kembali mengukuhkan komitmen digitalisasinya dengan berhasil meraih Penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik 2025 untuk kawasan Jawa–Bali.

Gelaran PTBI Jatim 2025 yang berlangsung akhir pekan lalu turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, perbankan, akademisi, instansi vertikal hingga asosiasi. Selain TP2DD, BI Jawa Timur juga memberikan apresiasi kepada mitra-mitra inspiratif, di antaranya:

• Penggerak Ekonomi Kerakyatan: PT BPD Jawa Timur

• UMKM Go Ekspor: Argopuro Walida (Situbondo)

• Ponpes Ter-Digital: Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Sumenep

Penghargaan ini menjadi penutup yang manis bagi gelaran PTBI 2025, sekaligus memperkuat optimisme bahwa Jawa Timur siap melangkah memasuki 2026 dengan fondasi ekonomi yang semakin tangguh. (q cox, tama dini)

Post Views: 442

Tag: Ekonomi Jawa Timur Tumbuh Solid Jadi Sorotan Utama dalam PTBI 2025 suarapubliknews surabaya

Langkah Alirkan Harapan: ParagonCorp Sediakan Pompa Tenaga Surya di NTT

Pos Terkait

Hukrim

Satgas TMMD ke-127 Perkuat Keamanan dan Kebersamaan di Kapasan Kediri

Pemerintahan

Pemkot Surabaya Tertibkan Utilitas Kabel FO dan Tiang Provider di Kawasan Jalan Adityawarman

Pemerintahan

Satpol PP Surabaya Perketat Pengawasan RHU Ramadan, Dua Restoran Ditindak

Pemerintahan

Ini Rahasia Sukses RW IV Ngagel Rejo Jadi Contoh Kampung Pancasila Surabaya

Pemerintahan

Mampu Mandiri, Wali Kota Eri Sebut RW 9 Lemah Putro Role Model Kampung Pancasila

Pemerintahan

Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp40 M