Latar Media - Paket sanksi ke-21 terhadap Rusia yang diusulkan oleh Komisi Eropa masih belum mendapatkan persetujuan, disebabkan oleh penolakan Yunani terhadap larangan pengiriman LNG Rusia. Penundaan ini mengungkap perbedaan kepentingan di antara negara-negara anggota Uni Eropa terkait kebijakan sanksi.
Paket sanksi ini diusulkan pada awal Juni 2026 dan mencakup sektor energi, jasa keuangan, mata uang kripto, perdagangan, serta sektor perikanan. Uni Eropa berencana untuk melarang pengangkutan LNG Rusia ke negara ketiga dan menambahkan 31 bank Rusia ke daftar perdagangan yang dibatasi. Selain itu, langkah ini juga menyasar lembaga keuangan dan bisnis di negara ketiga yang diduga membantu Rusia menghindari sanksi.
Pada pertemuan Duta Besar Uni Eropa pada 15 Juli, Yunani secara tegas menolak larangan pengiriman LNG, yang dianggap dapat merugikan perusahaan pelayaran Dynagas, yang dimiliki oleh miliarder Georgios Prokopiou. Dynagas mengoperasikan 27 kapal pengangkut gas, dengan sejumlah kapal dirancang khusus untuk beroperasi di wilayah Arktik. Sikap Yunani ini menunda penerapan paket sanksi selama setidaknya seminggu, sehingga langkah-langkah lain juga terpaksa dibekukan sementara.
Para duta besar Uni Eropa sepakat untuk memperpanjang batas harga minyak saat ini sebesar $44,1 per barel untuk memberi waktu bagi negosiasi lebih lanjut. Perpanjangan ini bertujuan untuk mengevaluasi lebih dalam dampak ekonomi dan teknis dari langkah-langkah baru, termasuk larangan transportasi LNG. Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan penyesalan atas ketidakmampuan negara-negara anggota mencapai konsensus dan menyebutkan bahwa opsi lain akan dipertimbangkan jika kebuntuan berlanjut.