Waspada Penipuan Digital Menjelang Lebaran, Maybank Ingatkan Masyarakat
Teknologi

Waspada Penipuan Digital Menjelang Lebaran, Maybank Ingatkan Masyarakat

Latar Media - 06/03/2026 admin

Menjelang Lebaran, masyarakat diingatkan untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian berkembang.

Peningkatan aktivitas transaksi selama periode mudik dan libur Hari Raya sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencari korban.

Melalui siaran resmi pada Kamis (5/3), PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk komunikasi mencurigakan di dunia digital, mulai dari telepon palsu hingga pesan yang berisi tautan berbahaya.

Direktur Kepatuhan Maybank Indonesia, Yessika Effendi, mengatakan bahwa pelaku kejahatan kini semakin canggih dengan memanfaatkan teknik social engineering dan phishing untuk mendapatkan data pribadi korban.

“Modus penipuan digital terus berkembang dengan memanfaatkan manipulasi psikologis. Pelaku biasanya membuat korban panik agar secara sadar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, hingga password,” ujar Yessika dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, momentum Lebaran sering menjadi target karena masyarakat cenderung lebih sibuk dan kurang waspada dengan banyaknya aktivitas transaksi maupun komunikasi digital.

Dalam praktiknya, pelaku kerap menghubungi korban dengan mengaku sebagai pegawai bank, petugas pajak, dinas kependudukan, hingga aparat penegak hukum.

Korban kemudian diinformasikan adanya transaksi mencurigakan dan diminta mengklik tautan palsu yang menyerupai situs resmi untuk membatalkan transaksi tersebut.

Tidak berhenti di situ, pelaku juga kerap meminta korban mengunduh file APK yang ternyata berisi malware. Ada pula modus meminta korban melakukan share screen melalui aplikasi pesan, memberikan izin akses pada perangkat, hingga mentransfer sejumlah dana dengan alasan biaya administrasi.

Jika korban mengikuti instruksi tersebut, pelaku dapat mengambil alih ponsel korban dan mengakses layanan mobile banking tanpa izin.

Mereka bahkan bisa membaca OTP dan notifikasi transaksi, mengubah password mobile banking, hingga mengakses email dan dompet digital korban.

Yessika menegaskan bahwa pelaku sebenarnya tidak meretas sistem bank. Sebaliknya, mereka memanfaatkan kelengahan korban untuk mendapatkan akses secara langsung.

“Pelaku tidak meretas sistem bank. Mereka memanipulasi korban agar memberikan aksesnya sendiri. Karena itu, kewaspadaan nasabah menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dana,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Maybank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal.

Untuk transaksi perbankan, nasabah disarankan hanya menggunakan kanal resmi seperti M2U ID Web dan M2U ID App yang tersedia di App Store maupun Play Store dengan kata pencarian “Maybank2u ID”.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak pernah membagikan data rahasia seperti OTP, PIN, TAC, passcode Secure2u, maupun kode CVV/CVC kartu kepada siapa pun.

Jika menerima informasi transaksi yang mencurigakan, masyarakat disarankan tetap tenang, menghentikan komunikasi dengan pihak yang tidak dikenal, serta segera menghubungi layanan pelanggan resmi bank.

Nasabah juga disarankan rutin memeriksa notifikasi transaksi, mengecek saldo rekening, serta mengganti PIN dan password secara berkala.

Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, masyarakat diharapkan dapat menjalani momen Lebaran dengan lebih aman dan nyaman tanpa gangguan kejahatan siber.

You can share this post!