Festival Layang-Layang Purworejo 2026 Tarik Ribuan Wisatawan dan Dongkrak Ekonomi Lokal
Hiburan

Festival Layang-Layang Purworejo 2026 Tarik Ribuan Wisatawan dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Latar Media - Puluhan klub dari berbagai daerah di tanah air dan mancanegara menerbangkan layang-layang unik dalam Festival Layang-Layang Purworejo 2026 di Pantai Ketawang Kabupaten Purworejo selama dua hari, Sabtu-Minggu, (4-5/7).-Eko Sutopo-Magelang Ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Puluhan klub dari berbagai daerah di tanah air ambil bagian dalam Festival Layang-Layang Purworejo 2026 di Pantai Ketawang Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo selama dua hari, Sabtu-Minggu, (4-5/7).

Sejumlah pecinta layang-layang mancanegara, seperti Perancis, Jepang, Singapura, dan Malaysia juga turut meramaikan ajang tahunan yang digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo.

Festival bergengsi yang memasuki tahun ke sepuluh tersebut kian menjadi magnet bagi ribuan pengunjung dari berbagai wilayah.

Mereka memadati kawasan pantai untuk menyaksikan layang-layang unik dengan berbagai bentuk dan ukuran sejak pagi hingga petang.

Suasana semakin meriah dengan adanya penampilan Tari Massal Cingpoling Layangan yang disajikan oleh siswa SMP Negeri 34 Purworejo.

Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, mengapresiasi pelaksanaan festival tahunan ini.

Menurutnya tak hanya sukses meningkatkan kunjungan wisatawan di Pantai Ketawang, festival ini juga berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kami memperkirakan, putaran ekonomi selama penyelenggaraan festival mencapai miliaran rupiah. Ini terjadi atas meningkatnya aktivitas perdagangan, kuliner, penginapan, hingga sektor jasa di kawasan wisata Pantai Ketawang," katanya, Minggu (5/7) pagi.

Beberapa di antaranya yang menyedot perhatian pengujung yakni layang-layang naga sepanjang 100 meter dari Bantul DIY dan layang-layang tiup (inflatable kites) dari Perancis.

“Kami berharap evet seperti ini dapat terus digelar agar dapat memberikan dampak positif baik di sektor pariwisata maupun perekonomian masyarakat dan daerah secara umum,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menjelaskan bahwa festival tahunan ini menjadi media promosi potensi wisata kawasan pantai selatan, dan sekaligus menjaga kelestarian budaya layang-layang.

1

2

»

Sumber:

You can share this post!