Warga Lhokseumawe Suarakan Keluhan Menu MBG dan Infrastruktur Jalan Rusak
Nasional

Warga Lhokseumawe Suarakan Keluhan Menu MBG dan Infrastruktur Jalan Rusak

Latar Media - RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Program siaran “Halo RRI” yang disiarkan RRI Pro Satu Lhokseumawe menjadi ruang aspirasi bagi warga Lhokseumawe dan sekitarnya untuk menyampaikan keluhan dan kritikan terkait fasilitas dan pelayanan publik.

Pada Program Halo RRI Edisi Jumat, 27 Februari 2026 kemarin, keluhan warga didominasi persoalan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum optimal selama ramadan hingga persoalan infrastruktur jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.

Amsal, warga Darussalam, Kota Lhokseumawe, menyampaikan ketidakpuasannya terhadap komposisi Paket menu MBG Ramadan yang dinilai sangat minimalis dan belum mencerminkan standar gizi seimbang sebagaimana tujuan awal program tersebut.

“Menu yang anak-anak kami terima sangat sederhana dan kurang lengkap secara gizi. Cuma ada telur, kacang, kurma dan roti. Apalagi satu paket tersebut diperuntukkan untuk 3 hari. Ini sangat aneh dan mengecewakan," ungkap Amsal melalui sambungan telepon.

Amsal menekankan bahwa prosedur pembagian dan penentuan menu MBG selama ramadan haruslah jelas dan tidak asal-asalan. Selain persoalan MBG, Amsal juga mengeluhkan terkait minimnya penerangan jalan umum di kawasan depan terminal bus baru Lhokseumawe di Kandang.

Ia menyebut area tersebut gelap pada malam hari dan dipenuhi lubang jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun potensi tindak kriminalitas. Ia berharap dinas terkait bisa menindaklanjuti keluhannya sesegera mungkin.

Masih melalui sambungan telepon, keluhan lain datang dari Yusuf, warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara yang juga menyoroti kerusakan jalan. Kerusakan jalan tersebut terlihat di Jalan Elak, tepatnya di dekat Desa Krueng Seupeng, Kec.Buloh Blang Ara, Aceh Utara.

Menurut amatannya, terdapat lubang jalan di sepanjang kurang lebih satu kilometer yang membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko karena ruas itu merupakan jalur lintas kabupaten dengan intensitas kendaraan yang tinggi.

“Mohon segera diperbaiki karena itu jalan lintas kabupaten yang kerusakannya sudah sangat membahayakan bagi kami pengguna jalan,” kata Yusuf. Ia menambahkan, status jalan sebagai jalur distribusi logistik antarwilayah seharusnya membuat pemeliharaan dilakukan secara berkala dan terencana

Sementara itu, dari wilayah Panton Labu, Kec.Tanah Jambo Aye, Aceh Utara seorang warga bernama Salbiah mengeluhkan belum adanya bantuan dana sosial maupun hunian layak pascabencana yang yang ia terima di daerahnya. Ia berharap pemerintah melakukan verifikasi ulang agar warga kurang mampu seperti dirinya bisa mendapatkan bantuan.

You can share this post!