Uni Eropa Dorong Kemandirian Pertahanan di Tengah Krisis Pasokan Rudal AS
Internasional

Uni Eropa Dorong Kemandirian Pertahanan di Tengah Krisis Pasokan Rudal AS

Latar Media - Ringkasan Berita:

Uni Eropa memperingatkan Amerika Serikat kemungkinan tidak mampu memenuhi permintaan rudal global yang terus meningkat akibat konflik di Timur Tengah dan Ukraina.

Komisioner Pertahanan UE Andrius Kubilius meminta Eropa segera meningkatkan produksi sistem pertahanan udara dan rudal anti-balistik.

Ukraina disebut membutuhkan sekitar 700 rudal Patriot, jumlah yang setara dengan total produksi tahunan pabrik rudal di Amerika Serikat.

SURYA.co.id - Ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah dan perang di Ukraina semakin memicu kekhawatiran banyak negara.

Uni Eropa bahkan mulai meragukan kemampuan Amerika Serikat (AS) untuk terus memasok rudal bagi sekutu-sekutunya di tengah meningkatnya kebutuhan militer dunia.

Komisioner Pertahanan dan Ruang Angkasa Uni Eropa, Andrius Kubilius, menyebut kapasitas produksi rudal di Amerika saat ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang terus melonjak.

Menurutnya, kondisi ini harus menjadi peringatan bagi negara-negara Eropa agar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar.

Krisis Iran Jadi Peringatan bagi Eropa

Kubilius mengatakan meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran seharusnya menjadi momentum bagi Eropa untuk memperkuat industri pertahanan sendiri.

Ia menilai produksi sistem pertahanan udara dan rudal anti-balistik di Eropa harus segera ditingkatkan.

"Sangat jelas bahwa setelah krisis Iran menjadi lebih mendesak bagi kami di Eropa untuk meningkatkan produksi pertahanan udara dan rudal anti-balistik," ujar Kubilius sebagaimana dilansir AFP, Jumat (6/3/2026).

Produksi Rudal AS Dinilai Tak Cukup

Kubilius menyoroti besarnya kesenjangan antara produksi rudal dengan kebutuhan di berbagai kawasan konflik.

Saat ini, Amerika Serikat harus membagi persediaan militernya untuk banyak kepentingan sekaligus.

Mulai dari kebutuhan militer mereka sendiri, perlindungan sekutu di kawasan Teluk, hingga bantuan bagi Ukraina.

Karena itu, Kubilius menilai AS akan kesulitan memenuhi seluruh permintaan tersebut.

"Amerika benar-benar tidak akan mampu menyediakan rudal-rudal tersebut dalam jumlah yang cukup, baik untuk negara-negara Teluk, militer Amerika sendiri, maupun untuk kebutuhan Ukraina," tuturnya.

Ukraina Butuh Ratusan Rudal Patriot

Untuk menggambarkan besarnya kebutuhan senjata saat ini, Kubilius juga memaparkan data terkait kebutuhan Ukraina.

Negara itu diperkirakan membutuhkan sekitar 700 rudal Patriot jenis PAC-2 dan PAC-3 untuk menghadapi serangan Rusia, terutama menjelang musim dingin.

You can share this post!