Latar Media - PROKAL.CO- Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa (UE) memasuki babak baru setelah Komisi Eropa menyatakan kesiapannya untuk memberikan respons "tegas dan cepat" terhadap kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. Pernyataan keras ini muncul pada Kamis (5/3) sebagai reaksi atas ancaman Trump yang akan memberlakukan embargo perdagangan total terhadap Spanyol. Langkah diskriminatif tersebut dipicu oleh penolakan pemerintah Spanyol untuk memberikan izin penggunaan pangkalan militernya bagi operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan Iran.
Juru bicara Komisi Eropa menegaskan bahwa jika Washington secara tidak adil menargetkan komoditas impor asal Spanyol dengan tarif tambahan atau hambatan dagang lainnya, hal tersebut akan dianggap sebagai eskalasi serius. Uni Eropa tidak akan tinggal diam dan memastikan adanya tindakan balasan yang terkoordinasi secara blok. Meskipun ancaman dari Gedung Putih sejauh ini masih berupa retorika, UE telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan ekonomi yang ampuh untuk melindungi negara anggotanya dari tekanan sepihak.
Pihak UE sendiri berupaya tetap tenang dalam menghadapi ancaman berulang dari Trump, sembari merujuk pada pengalaman sebelumnya saat menghadapi komentar kontroversial Presiden AS tersebut mengenai kedaulatan negara lain. Brussels meyakini bahwa persatuan Eropa adalah kunci efektivitas dalam meredam ambisi proteksionis AS. "Kami memiliki alat yang ampuh; kami tidak ingin menggunakannya, tetapi jika terpaksa, kami akan melakukannya," tegas perwakilan UE tersebut dalam menggambarkan pendekatan umum mereka terhadap diplomasi perdagangan Trump.
Editor : Indra Zakaria