Latar Media - Penguatan pendidikan agama Islam dan regenerasi ulama menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Rapat ini membahas langkah strategis untuk menjawab tantangan yang dihadapi dunia pendidikan Islam di tengah perubahan global yang cepat.
Rakernas KPK MUI dilaksanakan di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, dengan agenda merumuskan program kerja yang sinergis antara MUI pusat dan daerah. Prof Armai Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pendidikan MUI, menekankan pentingnya kesepahaman dalam program-program yang harus diimplementasikan di semua tingkat pendidikan.
Rakernas tidak hanya menyelaraskan program kerja, tetapi juga membahas penguatan Pendidikan Agama Islam di berbagai jenjang, termasuk sekolah umum, perguruan tinggi, lembaga pendidikan nonformal, dan pesantren. Diskusi dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Selain itu, seminar internasional diadakan untuk membangun perspektif global dalam kaderisasi ulama, mengingat ulama masa depan perlu memahami persoalan keagamaan sekaligus tantangan global.
KPK MUI berkomitmen mengembangkan program kaderisasi ulama melalui jalur reguler dan nonreguler agar lebih inklusif. Selain itu, KPK MUI mendorong pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari pembangunan karakter peserta didik, dengan menyusun modul yang diintegrasikan dalam pembelajaran. Dengan harapan Rakernas ini memperkuat kontribusi MUI dalam pendidikan nasional, KPK MUI berupaya memastikan penguatan pendidikan agama, kaderisasi ulama, dan pembentukan karakter bangsa tetap menjadi bagian penting dalam agenda pendidikan di era global.