Latar Media - SURVEI Orientasi Bisnis Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (SBPO) menunjukkan kinerja perbankan masih solid. Namun ekspektasi para bankir terhadap kondisi makro ekonomi terjun ke zona pesimistis.
Kinerja perbankan yang masih baik tergambar dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) yang pada triwulan I 2026 berada di angka 56 alias level optimistis. Namun, proyeksi perbankan yang diukur dari Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) merosot ke zona pesimistis, yakni 45.
Penurunan ini didorong prediksi akan melemahnya nilai tukar dan meningkatnya laju inflasi. “Keyakinan peningkatan laju inflasi didorong oleh faktor musiman seperti bulan Ramadan, hari raya Idul Fitri dan perayaan Tahun Baru Imlek sehingga meningkatkan kenaikan harga barang dan jasa,” demikian dikutip dari rilis resmi SBPO OJK, Senin, 9 Maret 2026.
OJK mencatat penurunan juga dipengaruhi faktor low based effect dari tahun sebelumnya. Karena pada tahun lalu terdapat diskon tarif listrik yang tidak diberlakukan kembali pada triwulan I-2026. Sedangkan nilai tukar diperkirakan melemah seiring dengan masih tingginya tensi geopolitik global.
Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat didorong oleh perkiraan peningkatan konsumsi masyarakat pada triwulan pertama 2026. Hasil survei OJK juga menunjukkan mayoritas responden masih yakin bahwa risiko perbankan pada kuartal pertama dapat terjaga dan terkendali.
Ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 atau berada pada zona optimistis seiring dengan keyakinan bahwa kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Sedangkan Posisi Devisa Netto (PDN) pada level rendah dengan aset dan tagihan valuta asing (valas) yang lebih besar dibandingkan kewajiban valas (long position).
Risiko likuiditas juga diperkirakan masih terjaga didorong ekspektasi alat likuid perbankan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih akan tumbuh. Seiring perkiraan DPK yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan penyaluran kredit, net cash flow pada triwulan I-2026 diperkirakan meningkat. Perkiraan peningkatan juga sejalan dengan adanya dana Pemerintah Daerah yang mulai masuk pada triwulan I-2026.
Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan I-2026 juga berada pada level optimistis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 67. OJK melaksanakan SBPO secara triwulanan untuk memperoleh gambaran dari industri perbankan tentang arah perekonomian, persepsi terhadap risiko perbankan, serta tendensi bisnis perbankan pada triwulan mendatang.
Survei dilakukan pada Januari 2026 dengan melibatkan 93 bank responden, yang porsi total asetnya mencapai sebesar 94,17 persen dari total aset bank umum berdasarkan periode data Desember 2025.