Latar Media - Maraknya kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban praktik online scammer di Kamboja mendorong penelitian mengenai strategi komunikasi politik pemerintah dalam penanganannya.
Penelitian ini dilaksanakan oleh Dr Nani Nurani Muksin, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMJ, Muhamad Hapipi. Penelitian ini merupakan bagian dari Hibah Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026, dan dilakukan di Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara melalui Focus Group Discussion (FGD).
Selain FGD, penelitian ini juga melibatkan wawancara mendalam dengan berbagai sumber informasi, termasuk pejabat Kementerian P2MI, IOM, ILO, serta pekerja migran Indonesia yang pernah bekerja di Kamboja. Penelitian yang berjudul 'Strategi Komunikasi Politik Pemerintah dalam Penanganan Online Scammer di Kamboja bagi Pekerja Migran Indonesia' bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen komunikasi dalam penanganan masalah ini, termasuk komunikator, pesan, media, dan strategi yang digunakan.
Dr Nani menekankan bahwa fenomena online scammer di Kamboja merupakan masalah yang lebih luas dari sekadar kejahatan siber, melainkan juga terkait dengan komunikasi publik. Ia menyarankan agar strategi komunikasi politik pemerintah dapat menjangkau masyarakat sebelum mereka memutuskan untuk bekerja di luar negeri. Komunikasi yang efektif perlu menyajikan informasi yang mudah dipahami, terutama bagi kelompok usia produktif yang berisiko menjadi sasaran perekrut non-prosedural melalui media sosial. Kepala BP3MI Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, menyambut baik penelitian ini.