Latar Media - Reputasi perguruan tinggi di era digital semakin dipengaruhi oleh kemampuan humas dalam mengelola komunikasi yang terencana dan adaptif. Hal ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Bahan Publikasi dan Dokumentasi Informasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV di Kupang, NTT.
Dalam forum ini, Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Nusa Cendana (Undana) berbagi praktik penguatan manajemen risiko reputasi kepada pengelola kehumasan perguruan tinggi swasta (PTS). Sub-Koordinator Humas Undana, Ollien Manggol, menjelaskan bahwa pengelolaan reputasi perguruan tinggi pada era digital membutuhkan strategi komunikasi yang dirancang matang, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta didukung kolaborasi yang kuat.
Ollien menuturkan bahwa tantangan humas semakin kompleks, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan akurat. Dia menekankan pentingnya disiplin dalam menerapkan manajemen risiko reputasi dan perencanaan kerja yang terstruktur. Ketua Tim Kerja Humas dan Sekretariat Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) LLDikti Wilayah XV, Jasinta F. P. Swan, menambahkan bahwa fungsi humas kini menjadi bagian strategis dalam mendukung reputasi institusi. Humas tidak hanya sebagai pengelola media sosial, tetapi juga sebagai strategic communication office yang menghadapi dinamika informasi di era digital.
Forum ini juga membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung aktivitas kehumasan. Meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi produksi konten publikasi, penggunaannya harus tetap mengedepankan etika dan akurasi data. Bimbingan teknis ini diikuti oleh pengelola publikasi dari berbagai perguruan tinggi swasta di bawah naungan LLDikti Wilayah XV, dengan harapan kapasitas kehumasan di Nusa Tenggara Timur semakin meningkat, dan publikasi mengenai capaian akademik serta pengabdian kepada masyarakat dapat menjangkau publik lebih luas.