Latar Media - VIVA Jakarta - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah sekutunya di Eropa semakin menguat. Eskalasi memanas itu setelah Spanyol secara terbuka menentang agresi militer AS terhadap Iran.
Pemerintah Spanyol bahkan mengambil langkah tegas dengan menolak penggunaan pangkalan militer AS di wilayahnya untuk operasi yang berkaitan dengan serangan ke Iran.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, meningatkan konflik bersenjata terhadap Iran dapat jadi bencana global jika terus dipaksakan. Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Rabu, ia menilai dunia sedang berada di titik berbahaya.
“Beginilah awal mula bencana besar umat manusia. Anda tidak bisa bermain Russian roulette dengan nasib jutaan orang,” kata Sánchez dikutip dari The Times, pada Jumat 5 Maret 2026.
Pernyataan Sanchez itu merespon omongan Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol. Ancaman itu muncul sebagai respons atas sikap Madrid yang menolak mendukung operasi militer Washington terhadap Iran.
Pemerintah Spanyol mengambil langkah konkret dengan melarang pesawat militer AS menggunakan pangkalan udara di Morón de la Frontera dan pangkalan angkatan laut di Rota. Dua pangkalan itu selama ini jadi fasilitas strategis bagi operasi militer Amerika di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada logistik militer AS. Pentagon dilaporkan harus memindahkan pesawat pengisian bahan bakar ke pangkalan lain di wilayah Eropa setelah akses di Spanyol ditutup.
Sánchez menegaskan bahwa perang terhadap Iran tidak akan menyelesaikan masalah global maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perang melawan Iran tidak akan menghasilkan tatanan internasional yang lebih adil, gaji yang lebih tinggi, layanan publik yang lebih baik, atau lingkungan yang lebih sehat. Kami di Spanyol menentang bencana ini,” tutur Sanchez.
Sikap Spanyol mendapat dukungan kuat dari institusi Uni Eropa. Presiden Dewan Eropa, António Costa, menyatakan solidaritas penuh terhadap Madrid.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X, Costa menegaskan bahwa Uni Eropa akan melindungi kepentingan negara anggotanya.