PEKANBARU – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof Dr Hj Leny Nofianti, SE, MM, Ak, CA, mengecam keras tindakan kriminal yang terjadi Kamis (26/2/2026) pagi tadi di lingkungan kampusnya. Pihaknya menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
"Kita tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum. Kasus ini akan kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," kata Rektor Leny Nofianti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026) siang.
Rektor kemudian menghimbau segenap jajaran pimpinan UIN Suska Riau, seluruh mahasiswa, civitas akademika, dan keluarga besar kampus untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terutama yang beredar di media sosial. Ia kembali menekankan bahwa proses penanganan hukum kasus kriminal yang terjadi di lingkungan UIN Suska Riau ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian yang berwenang.
"Kita juga mengajak seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kepedulian bersama di lingkungan kampus," imbau Leny.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Dr Harris Siamaremare, MT menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi A, salah satu mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum yang mengalami musibah menjelang pelaksanaan seminar proposal.
Menurut Haris Simaremare, mahasiswi tersebut telah mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat setelah kejadian. “Alhamdulillah, saat ini yang bersangkutan dalam keadaan sadar dan secara bertahap menunjukkan perkembangan yang stabil. Kami mengajak seluruh keluarga besar UIN Suska Riau untuk memanjatkan do'a terbaik demi kesembuhan total saudari kita, agar ia segera pulih,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pihak universitas bersama fakultas memberikan empati serta dukungan penuh kepada mahasiswi tersebut. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan proses pemulihan kesehatan berjalan optimal.“Universitas akan menyesuaikan seluruh keperluan administrasi dan akademik agar tidak membebani yang bersangkutan selama masa pemulihan,” tambahnya.
Haris kemudian mengimbau seluruh mahasiswa, civitas akademika dan keluarga besar UIN Suska Riau untuk tetap tenang. "Mari tingkatkan kewaspadaan dan rasa saling peduli di lingkungan kampus," imbaunya.
Aksi kriminal pembacokan terhadap seorang mahasiswi semester VIII di lingkungan UIN Suska Riau ini, terjadi Kamis (26/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu korban hendak mengikuti ujian munaqosah di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Ia diserang secara tiba-tiba oleh pelaku yang datang membawa senjata tajam menyerupai kapak.
Korban sempat berusaha menangkis serangan hingga mengalami patah pergelangan tangan serta luka di bagian kepala.
Aksi pelaku berhasil dihentikan setelah petugas keamanan kampus bergerak cepat mengamankan yang bersangkutan di lokasi kejadian. Dari dalam tas pelaku, ditemukan sebilah parang. ***