Latar Media - Dalam diskusi edukatif bertajuk The Digital Native: Mastering Hype, Creativepreneurship, and Business Execution, Raditya Dika dan Rizky Arief membahas cara generasi muda dapat memanfaatkan hobi mereka untuk membangun usaha di era digital. Diskusi ini diselenggarakan oleh Universitas Pertamina bekerja sama dengan J&T Connect Preneur dan Narasi.
Diskusi yang berlangsung pada Selasa (9/6) ini menarik perhatian lebih dari 800 pendaftar. Raditya Dika, sebagai kreator konten dan penulis, menyatakan bahwa meskipun sektor ekonomi kreatif di Indonesia terus berkembang, tantangan utama generasi muda terletak pada kemampuan mengubah ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Raditya menekankan pentingnya menemukan kesesuaian antara produk dan kebutuhan pasar. Ia berpendapat bahwa keberanian mencoba dan ketekunan dalam mengubah ide menjadi solusi merupakan modal utama dalam bersaing di industri. Selain itu, Rizky Arief, CEO merek parfum HMNS, menyoroti bahwa passion dibentuk melalui proses belajar dan riset terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, produk yang berhasil seringkali lahir dari persoalan yang berulang dan memerlukan solusi.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. tech. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa universitas berkomitmen untuk mendukung kewirausahaan muda melalui ekosistem yang berkelanjutan. Universitas Pertamina telah menyediakan fasilitas Inkubasi Bisnis untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide usaha, termasuk validasi pasar. Sejak 2025, program ini telah mendampingi 62 tim dengan total pendanaan mencapai Rp180 juta, bertujuan untuk menciptakan lulusan yang adaptif dan mampu berdaya saing di ekonomi digital.