Latar Media - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan perlunya meningkatkan literasi media sosial dan memperkuat strategi komunikasi negara untuk mengatasi maraknya hoaks yang menyasar DPR RI. Ia juga menyatakan bahwa negara harus lebih efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.
Puan menyampaikan pernyataan tersebut pada penutupan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 DPR RI dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. Ia menggarisbawahi bahwa derasnya arus informasi digital telah mempercepat penyebaran disinformasi, yang dapat memperuncing polarisasi dan mengaburkan batas antara kritik konstruktif dan provokasi yang memecah belah.
Menurut Puan, beredarnya berbagai hoaks tidak hanya merugikan DPR RI, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi. Ia memberikan contoh hoaks yang beredar, termasuk kutipan palsu dari pimpinan dan anggota DPR RI serta informasi keliru terkait penolakan pembahasan RUU Perampasan Aset. Selain itu, ada juga penggunaan video lama dengan narasi baru yang menyesatkan publik.
Puan menekankan bahwa narasi-narasi tersebut berpotensi membenturkan DPR dengan rakyat, melemahkan legitimasi lembaga perwakilan, dan menghambat dialog publik yang sehat. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk memperkuat fondasi persatuan nasional, dengan memastikan kritik diarahkan untuk perbaikan. Puan juga mengapresiasi kerja anggota DPR RI selama Masa Persidangan V dan meminta mereka memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat serta menjelaskan tugas-tugas konstitusional DPR.