Latar Media - Komunikasi kesehatan perlu menjadi prioritas utama dalam perawatan kesehatan masyarakat, sebagaimana ditekankan oleh para ahli dalam lokakarya tentang komunikasi kesehatan dan komunikasi digital. Acara ini diselenggarakan oleh Rumah Sakit Militer 175 bekerja sama dengan Servier Vietnam Co., Ltd. dan Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh, dihadiri oleh hampir 500 delegasi dari rumah sakit militer dan fasilitas medis di wilayah selatan.
Lokakarya ini menghadirkan diskusi mengenai pentingnya akses informasi medis yang akurat di tengah lingkungan digital yang dipenuhi konten tidak terverifikasi. Diskusi ini bertujuan untuk mengembangkan cara agar masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan yang benar dan bermanfaat.
Profesor Madya, Dr. Le Khac Bao, Wakil Direktur Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh, menekankan bahwa komunikasi berfungsi sebagai jembatan untuk menyampaikan pengetahuan profesional kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membatasi penyebaran informasi yang salah, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Ibu Do Thi Nam Phuong, Kepala Pusat Komunikasi rumah sakit tersebut, berbagi pengalaman dalam membangun sistem komunikasi terpadu yang menggabungkan keahlian profesional, manajemen, dan teknologi. Dalam konteks ini, data, konten medis yang berwibawa, dan platform digital menjadi kunci untuk meningkatkan pengalaman pasien dan membangun kepercayaan.
Para ahli juga menyarankan rumah sakit militer untuk memanfaatkan reputasi dan keahlian profesional dalam mengembangkan model komunikasi modern yang memastikan keakuratan dan keamanan informasi, serta memenuhi permintaan informasi kesehatan dari personel militer dan masyarakat umum. Dr. Nguyen Anh Hiep, Penasihat Pemasaran di Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh, menekankan pentingnya komunikasi dan pemasaran dalam strategi pengembangan rumah sakit yang melibatkan seluruh staf medis untuk menciptakan citra dan reputasi yang baik.
Lokakarya ini merupakan bagian dari Program AS ONE 2026-2030, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunikasi, pengobatan, dan pengelolaan penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes. Program ini berkontribusi pada upaya mendekatkan informasi kesehatan resmi kepada masyarakat dan mendukung deteksi dini penyakit untuk meningkatkan manajemen kesehatan masyarakat.