Latar Media - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menghadapi sejumlah tuduhan yang mencuat dalam beberapa minggu terakhir, termasuk terkait perjalanan dinas ke Amerika Serikat, mutasi ASN, dan nepotisme. Dody membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut mutasi pegawai sebagai hal yang biasa.
Nama Dody Hanggodo menjadi sorotan publik setelah dokumen perjalanan dinasnya yang mencantumkan anggota keluarganya bocor di media sosial, disertai tuduhan nepotisme terhadap keponakannya yang diduga menjadi komisaris BUMN. Selain itu, isu mutasi ASN di Kementerian Pekerjaan Umum juga memicu perhatian, terutama menjelang rapat DPR pada Juni lalu.
Dody membantah tuduhan nepotisme dan menawarkan hadiah umrah bagi siapa saja yang dapat membuktikan dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa mutasi ASN di kementeriannya adalah hal biasa dan berkaitan dengan penyegaran jabatan serta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai aktivitas judi online di kalangan pegawai. Dody menyebutkan bahwa sekitar 6.000 pegawai terdeteksi terlibat dalam judi online dan 4.000 lainnya bermasalah dengan absensi. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai status hukum dari pegawai tersebut.
Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Adinda Tenriangke Muchtar, mengkritik gaya komunikasi Dody yang dinilai defensif dan arogan, serta menyarankan pejabat publik untuk memberikan penjelasan yang lebih transparan. Kasus ini juga dipandang sebagai bagian dari perlawanan ASN di Kementerian PU, yang telah terjadi sebelumnya, mencerminkan adanya ketidakpuasan terhadap kepemimpinan dan sistem internal di kementerian.