Pernyataan Zainuddin Booy tentang Kai-Wait Dinilai Tidak Tepat
BURSEL - Juru Bicara pasangan calon SMS-GES, Safitri Malik, menanggapi pernyataan mantan ketua DPRD Buru Selatan, Zainuddin Booy (ZB), yang dianggap tidak tepat mengenai pemahaman konsep kai-wait. Dalam sebuah rilis yang diterima pada Rabu, 25 November 2020, Safitri menjelaskan bahwa pemahaman kai-wait secara sosiologis seharusnya berarti 'ade deng kaka', dan bukan pengertian spiritual seperti yang disampaikan oleh ZB.
Pernyataan ini muncul dalam konteks debat kandidat, di mana Safitri, yang juga merupakan calon Bupati dari pasangan nomor urut 3, mengajukan pertanyaan terkait geostrategi dan geopolitik dalam hubungan dengan kai-wait.
Abubakar Solissa, juga Juru Bicara pasangan SMS-GES, menekankan bahwa pertanyaan yang diajukan oleh Safitri bertujuan untuk mempertegas makna filosofi kai-wait, yang seharusnya dapat dikorelasikan dengan konfigurasi pasangan calon Bupati dan wakil Bupati. Dia menekankan pentingnya representasi dua komunitas agama yang ada di Buru Selatan dalam konfigurasi pasangan tersebut.
"Keterwakilan dua komunitas ini dalam bentuk konfigurasi pasangan calon sejatinya telah merefleksikan esensi dari pengertian kai-wait itu sendiri," ungkap Abubakar.
Lebih lanjut, Abubakar berpendapat bahwa penjelasan ZB yang menyimpang dari makna filosofi kai-wait menunjukkan kegagalannya dalam memahami konteks keberagaman masyarakat Buru Selatan yang beragam. "Pernyataan ini mencerminkan ketidakpahaman terhadap realitas sosial yang ada," tutupnya.




