Pendidikan pesantren memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda di Indonesia. Dalam konteks ini, Prof. Iskandar, seorang Guru Besar Psikologi Pendidikan dari UIN Sutha Jambi dan pendiri Ruhiologi, memberikan pandangan mendalam mengenai bagaimana pesantren dapat beradaptasi dan berkontribusi dalam masyarakat yang kian kompleks.
Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun nilai-nilai sosial dan moral. Menurut Prof. Iskandar, pendidikan di pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi narasi negatif yang seringkali muncul di media.
Framing media memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat terhadap pesantren. Berbagai berita yang muncul dapat membentuk opini publik, seringkali dengan sudut pandang yang tidak seimbang. Dalam perspektif Ruhiologi, penting bagi pesantren untuk memiliki strategi komunikasi yang efektif agar dapat menyampaikan nilai-nilai positif dan kontribusi mereka terhadap masyarakat.
Prof. Iskandar berharap agar pesantren dapat terus berinovasi dalam metode pengajaran dan pendekatan sosial. Dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang ada, pesantren diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
Melalui upaya-upaya ini, diharapkan pesantren dapat menjaga eksistensinya dan terus berkontribusi dalam membangun generasi yang lebih baik.