Pentingnya Liputan Berimbang tentang Pesantren, Menurut Guru Besar UIN Jakarta
Ahmad Tholabi Kharlie, seorang Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, menekankan pentingnya pendekatan berimbang dalam liputan media tentang pesantren. Dalam diskusinya, Kharlie mengungkapkan bahwa banyak laporan mengenai pesantren cenderung memperkuat stigma negatif yang telah ada, sehingga diperlukan upaya untuk mengubah cara pandang ini.
Kharlie menegaskan, liputan yang tidak seimbang dapat berkontribusi pada kesalahpahaman masyarakat terhadap pesantren. Oleh karena itu, ia mendorong para jurnalis untuk lebih mendalam dalam menggali informasi dan menyajikan perspektif yang adil mengenai kehidupan di pesantren.
Relevansi Pesantren dalam Masyarakat
Pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda di Indonesia. Dengan demikian, kata Kharlie, media harus mampu menyampaikan fakta dan cerita yang mencerminkan kontribusi positif pesantren bagi masyarakat.
Menjaga Integritas Liputan
Dalam upaya menjaga integritas liputan, Kharlie mengajak para jurnalis untuk tidak hanya fokus pada berita negatif, tetapi juga menyoroti keberhasilan dan inovasi yang dilakukan pesantren. Hal ini dapat membantu merubah persepsi publik dan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang institusi pendidikan ini.
Dengan demikian, liputan mengenai pesantren harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab, untuk menghindari reproduksi stigma yang dapat merugikan komunitas pesantren.




